Aturan Baru Taksi Online Kembali Digugat, Organda Buka Suara

Kompas.com - 21/11/2017, 11:55 WIB
Ketua Organda, Adrianto Djokosoetono di Jakarta, Selasa (21/11/2017).  Ketua Organda, Adrianto Djokosoetono di Jakarta, Selasa (21/11/2017). Ketua Organda, Adrianto Djokosoetono di Jakarta, Selasa (21/11/2017). 
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Organisasi Angkutan Darat (Organda) menilai adanya gugatan terhadap aturan terbaru yang mengatur taksi online di Mahkamah Agung (MA) karena ada beberapa pihak yang aspirasinya tidak terakomodasi dalam perumusan peraturan taksi online tersebut. 

Saat ini, aturan tentang taksi online tercantum dalam Peraturan Menteri Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek (PM 108). Aturan ini menggantikan PM 26 yang beberapa waktu lalu dibatalkan MA.

"Saya kira di aturan yang ada, ada pihak-pihak tidak terakomodasi. Padahal lihat proses yang dijalankan beberapa rapat akomodasi sudah lewat bersuara. Akan tetapi, semuanya baik pihak yang ikut dalam proses tidak semua aspirasinya terkamodasi," ujar Ketua Organda, Adrianto Djokosoetono di Jakarta, Selasa (21/11/2017). 

Baca juga : Aturan Taksi Online Kembali Digugat di Mahkamah Agung

Menurut Adrianto, masyarakat khususnya pelaku usaha angkutan umum dan khusus tidak perlu khawatir dengan adanya gugatan ke aturan baru taksi online. Sebab, gugatan ini belum tentu diterima oleh MA. 

"Saya kira, masyarakat dan pengusaha angkutan enggak perlu resah dulu lah. Kami  lihat prosesnya seperti apa. Organda juga akan berkoordinasi dengan Kementerian bagaimana prosesnya," jelas dia. 

"Saya juga yakin bagian hukum Kementerian Perhubungan melihat teliti, agar tidak menimbulkan keresahan. Keresahan dunia usaha baik yang angkutan umum dan khusus, kalau aturan terus tidak selesai semuanya kan resah," tambah dia. 

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan PM 108 kembali digugat beberapa pihak di MA.Adapun aturan yang digugat dalam PM 108 diantaranya, terkait kuota, tarif batas atas dan bawah, kuota, stiker, dan wilayah operasi.

Kompas TV Sopir angkutan online mematuhi Peraturan Menteri Perhubungan dengan membuat SIM A Umum di Satpas SIM Daan Mogot Jakarta Barat.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.