Nelayan Didorong Manfaatkan Alat Tangkap Ikan Bantuan dari KKP

Kompas.com - 22/11/2017, 05:36 WIB
Nelayan menurukan hasil tangkapan mereka untuk dijual ke Tempat Pelelangan Ikan Ujung Watu, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Minggu (23/10/2016). Pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang membuat nelayan kecil sekitar perairan Jepara berharap dapat memperoleh tangkapan ikan yang melimpah.KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Nelayan menurukan hasil tangkapan mereka untuk dijual ke Tempat Pelelangan Ikan Ujung Watu, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Minggu (23/10/2016). Pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang membuat nelayan kecil sekitar perairan Jepara berharap dapat memperoleh tangkapan ikan yang melimpah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP) dalam waktu dekat akan mendistribusikan bantuan berupa 7.255 paket alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan ke seluruh nelayan di Indonesia.

Penyaluran bantuan paket alat penangkapan ikan ini telah melalui tahapan tertentu hingga proses seleksi nelayan sebagai penerima bantuan di seluruh wilayah Indonesia.

"Syarat untuk mendapatkan bantuan ini adalah nelayan dengan kapal di bawah 10 Gross Tonnage (GT). Selain itu juga wajib memiliki kartu nelayan dan tergabung dalam koperasi nelayan," kata Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Sjarief Widjaja, melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com pada Selasa (21/11/2017) malam.

Sjarief menjelaskan, sebelum menyalurkan bantuan ini, pihaknya telah memverifikasi nelayan yang menjadi calon penerima bantuan.

Baca juga : Kebijakan Kapal Asing, Alat Tangkap Cantrang dan Transhipment Sudah Tidak Bisa Ditawar Lagi

 

Adapun para nelayan yang akan menerima bantuan ini merupakan hasil usulan dari tiap daerah dan telah diseleksi dengan metode tertentu yang melibatkan pihak perguruan tinggi setempat serta Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang.

"Bantuan ini diharapkan dapat dioptimalkan oleh nelayan untuk menangkap ikan yang semakin berlimpah karena kebijakan dan tindakan nyata KKP dalam memberantas illegal, unregulated dan unreported (IUU) fishing," tutur Sjarief.

Adapun jenis bantuan alat penangkapan ikan ramah lingkungan ini disesuaikan dengan target penangkapan ikan penerima bantuan.

Ikan pelagis dengan gilllnet dan bubu lipat ikan, udang atau kepiting menggunakan trammel net dan bubu rajungan, sedangkan ikan dasar menggunakan rawai dasar, rawai hanyut atau handline.

Berdasarkan catatan KKP, sejak 2015, total bantuan tersebut hingga saat ini sudah mencapai 9.021 paket.

Bantuan alat penangkapan ikan itu berupa gillnet millenium, trammel net, bubu ikan, bubu rajungan, rawai, handline dan pancing tonda.

Kompas TV Susi Pudjiastuti mengaku tak bisa bicara banyak terkait alat penangkap ikan jenis cantrang.

 



EditorAprillia Ika

Close Ads X