Menkeu: Anggaran Pendidikan Indonesia-Vietnam Sama, Kualitas Beda

Kompas.com - 22/11/2017, 14:20 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa persoalan anggaran pendidikan Indonesia dan kualitasnya menjadi sorotan Bank Dunia. Pasalnya, kualitas pendidikan Indonesia kalah dari Vietnam, meski besar anggarannya sama.

“Indonesia dan Vietnam sama-sama spending 20 persen dari budget negara untuk pendidikan. Tapi hasilnya sangat beda,” terang Sri Mulyani di Hotel Shangri-la, Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Menurutnya anggaran pendidikan dalam APBN 2018 mencapai Rp 441 triliun, meningkat dibandingkan tahun 2017 yang hanya Rp 416 triliun.

(Baca: Anggaran Pendidikan Rp 441 Triliun, Jangan Ada Lagi Cerita Kelas Bocor)

Dia menambahkan perbedaan tersebut terlihat dari daftar peringkat yang diberikan oleh World Economic Forum, yakni Indonesia di peringkat ke 53 sedangkan Vietnam berada di peringkat ke 8 terbaik dunia.

Kualitas pendidikan ini berkaitan dengan kualifikasi guru-guru yang mengajar. Menurutnya, masih ada banyak sekali guru yang mengajar namun tidak memiliki kualifikasi yang sesuai kebutuhan.

Proses sertifikasi yang sebenarnya diterapkan untuk mengawasi kualitas guru pun tidak cukup berfungis. Pasalnya, sertifikasi bisa diperoleh dengan mudah, dan setelahnya tidak ada pengawasan terhadal kualitas pemilik sertifikat mengajar.

"Banyak guru direkrut tidak sesuai kualifikasi. Mereka direkrut karena bagian tim sukses kepala daerah. Proses sertifikasi guru di Indonesia pun termasuk yang sangat mudah dan setelah mendapat sertifikat, tidak bisa cek kinerjanya. Tidak tahu mengajar atau tidak, dan tidak ada post-sertifikasi," terang Sri Mulyani.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X