Remajakan Kereta, KAI Siapkan Dana Rp 900 Miliar

Kompas.com - 22/11/2017, 15:08 WIB
Seorang petugas berjalan di samping gerbong kereta api lokal di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (7/9/2017). Sejak dioperasikan kembali rute Tanjung Priok-Jakarta Kota, jumlah penumpang yang naik dan turun di stasiun itu terus meningkat, tercatat sejak Februari rata-rata 1.000 orang di hari biasa dan mencapai 1.300 orang di hari libur. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSeorang petugas berjalan di samping gerbong kereta api lokal di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (7/9/2017). Sejak dioperasikan kembali rute Tanjung Priok-Jakarta Kota, jumlah penumpang yang naik dan turun di stasiun itu terus meningkat, tercatat sejak Februari rata-rata 1.000 orang di hari biasa dan mencapai 1.300 orang di hari libur.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah menyiapkan dana untuk peremajaan kereta dan pembelian kereta baru sebesar Rp 900 miliar atau 45 persen dari hasil penerbitan obligasi KAI sebesar Rp 2 triliun.

Direktur Pengelolaan Prasarana KAI Bambang Eko Martono mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk peremajaan armada dan pembelian kereta baru sebanyak 438.

"Sekitar Rp 900 miliar kami akan gunakan untuk sebagian pengadaan 438 kereta baru. Jadi dari 438 sebagian besar replacement, sebagian kecil untuk kereta api atau relasi (rute) baru," ujar Bambang di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Menurutnya, saat ini perseroan tengah melakukan survei terkait jurusan kereta yang diperlukan penambahan armada maupun peremajaan armada kereta. Dengan demikian, pihaknya belum mengetahui lebih lanjut terkait jumlah penambahan kereta baru.

"Kami juga sedang membuat survei untuk jurusan kereta yang tingkat okupansinya sudah tinggi, kami akan tambah frekuensi," ungkap Bambang.

Seperti diketahui, PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi mencatatkan obligasi I yang merupakan obligasi perdana KAI di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan nilai Rp 2 triliun.

Direktur Keuangan KAI Didiek Hartantyo mengatakan, obligasi perdana ini dibagi menjadi dua seri, dimana Seri A berjangka waktu lima tahun dengan indikasi tingkat kupon obligasi 7,75 persen per tahun dan Seri B berjangka waktu tujuh tahun dengan indikasi tingkat kupon obligasi 8,25 persen per tahun.

Menurutnya, obligasi perdana ini dilakukan KAI dalam rangka memberikan penguatan dalam struktur permodalan perseroan ditengah besarnya penugasan dari pemerintah.

"Di tengah padatnya penugasan dan besarnya skala proyek yang sedang dikerjakan atau akan dikerjakan oleh KAI,  tentu membutuhkan modal besar untuk mendanai proyek. Sehingga permodalan sangat dibutuhkan," kata Didiek.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.