Jonan: Soal Gunung Agung, Wisatawan Jangan Takut Berlibur ke Bali

Kompas.com - 23/11/2017, 16:00 WIB
Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, tertutup awan, terlihat dari pinggiran Pantai Ampenan, Mataram, NTB, Selasa (21/11/2017). Letusan yang terjadi pada pukul 17.05 Wita ditandai dengan asap berwarna kelabu dan abu vulkanik tipis yang membumbung dari puncak kawah dengan tekanan sedang hingga tinggi maksimum 700 meter, dan abu letusan bertiup ke arah timur-tenggara.ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, tertutup awan, terlihat dari pinggiran Pantai Ampenan, Mataram, NTB, Selasa (21/11/2017). Letusan yang terjadi pada pukul 17.05 Wita ditandai dengan asap berwarna kelabu dan abu vulkanik tipis yang membumbung dari puncak kawah dengan tekanan sedang hingga tinggi maksimum 700 meter, dan abu letusan bertiup ke arah timur-tenggara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, wisatawan baik domestik maupun asing untuk tidak merasa khawatir terkait letusan  Gunung Agung di Bali.

Menurut Jonan, pemerintah pusat dan daerah telah mempersiapkan berbagai kemungkinan terkait letusan tersebut.

"Bagi wisatawan, saya imbau tidak perlu resah dan khawatir karena pemerintah, terutama Pemprov Bali dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tetap memberikan peringatan, apabila diperlukan satu dan lain hal. Jadi tenang saja, tidak perlu terlalu khawatir," ujar Jonan saat menghadiri acara BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Jonan menegaskan, segala kemungkinan yang terjadi akibat letusan Gunung Agung telah disiapkan dengan baik, termasuk akibat yang akan timbul darj letusan Gunung Agung.

Baca juga : Gunung Agung Erupsi, Menteri Jonan Jamin Listrik dan BBM Aman

"Ini (letusan) sudah diperkirakan sejak lama. Agar masyarakat tetap tenang mengikuti arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan juga Pemprov Bali, karena persiapannya sudah panjang," kata Jonan.

Meski demikian, kata Jonan, dari sisi lalu lintas udara, dari dan menuju Pulau Bali mengalami sedikit perubahan akibat dari letusan Gunung Agung tersebut.

"Intinya tidak perlu khawatir karena erupsinya juga masih kecil. Jadi kalau dilihat, mungkin di penerbangan ada reroute, tapi sedikit saja," papar Jonan.

Listrik dan BBM Aman

Seperti diberitakan sebelumnya, Jonan memastikan, pasokan listrik hingga Bahan Bakar Minyak (BBM) tersedia dengan baik walaupun Gunung Agung di Bali mengalami erupsi.

Jonan menegaskan, pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi dan menyiapkan segala hal guna mengantisipasi jika ada gangguan pasokan listrik dan BBM di Bali.

"Mengenai pasok listrik dan pasokan BBM itu sampai sekarang masih berjalan dengan baik karena sudah ada Dipo di Bali yang berjalan dan sudah siap dari waktu ke waktu," ujar Jonan.

Menurut Jonan, Dipo BBM di Bali sudah memiliki cadangan BBM hingga 20 hari sampai 25 hari ke depan.

"Pasok listrik juga sama, sudah disiapkan genset-genset cadangan dan juga transmisi Jawa Balinya juda sudah disiagakan apabila terjadi gangguan pembangkit listrik yang ada di Bali," jelas Jonan.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorAprillia Ika

Close Ads X