Menhub: PT KAI Tetap Jadi Investor di LRT Jabodebek

Kompas.com - 24/11/2017, 14:40 WIB
Suasana pembangunan proyek transportasi masal Light Rail Transit (LRT) di sepanjang Tol Jagorawi, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Minggu (23/7/2017). Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk, Budhi Harto mengungkapkan, nilai pembangunan prasarana LRT Jabodebek di kontrak awal sebesar Rp23,39 triliun sudah termasuk PPN 10 persen. Namun, setelah dihitung lagi, ongkos konstruksi LRT dapat ditekan lebih murah menjadi Rp 19,7 triliun dan belum termasuk PPN 10 persen dan sesuai arahan Presiden Jokowi, pemerintah akan tetap mengejar target penyelesaian proyek LRT Jabodebek pada awal 2019. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/foc/17.ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya Suasana pembangunan proyek transportasi masal Light Rail Transit (LRT) di sepanjang Tol Jagorawi, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Minggu (23/7/2017). Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk, Budhi Harto mengungkapkan, nilai pembangunan prasarana LRT Jabodebek di kontrak awal sebesar Rp23,39 triliun sudah termasuk PPN 10 persen. Namun, setelah dihitung lagi, ongkos konstruksi LRT dapat ditekan lebih murah menjadi Rp 19,7 triliun dan belum termasuk PPN 10 persen dan sesuai arahan Presiden Jokowi, pemerintah akan tetap mengejar target penyelesaian proyek LRT Jabodebek pada awal 2019. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/foc/17.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan bahwa PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih tetap menjadi investor dalam proyek pembangunan Ligt Rail Transit ( LRT) di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek).

“Seuai Perpres Nomor: 49 tahun 2017, PT KAI tetap adalah sebagai investor maupun nantinya sebagai penyelenggara pengoperasian, perawatan, dan pengusahaan prasarana termasuk pendanaan pembangunan LRT Jabodebek," ujar Budi Karya dalam keterangan resminya, Jumat (24/11/2017).

Menurut Budi Karya, investasi KAI di proyek LRT Jabodebek sudah dikoordinasikan dengan Menko Kemaritiman, Menteri Keuangan, dan Meneg BUMN. Selanjutnya, pada pekan mendatang, akan dilakukan finalisasi yang dikoordinir oleh Menko Kemaritiman.

PT KAI dapat bekerja sama dengan PT Adhi Karya dengan membentuk anak usaha atau perusahaan patungan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Landasan hukum untuk pembentukannya telah diatur dalam Peraturan Presiden No 49 tahun 2017.

"Dengan join tentunya akan lebih ringan. Hal-hal lain, misalnya terkait pendanaan tentunya ini dapat dibicarakan lebih lanjut oleh kedua perusahaan. Saya yakin nantinya akan lebih optimal,” ujar Menhub.

Selain siap mendukung percepatan pembangunan LRT Jabodebek nantinya pemerintah juga akan mendukung dalam hal pemberian subsidi atau bantuan dalam rangka penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya, sempat beredar kabar mengenai adanya surat untuk Kementerian BUMN, yang isinya mengusulkan agar PT KAI tak menjadi penyelenggara pendanaan atau investor proses pembangunan LRT Jabodebek. Efeknya pergerakan saham Adhi Karya, yang mengerjakan proyek, menjadi tertekan pada perdagangan saham sesi II, Kamis (23/11/2017).

Berdasarkan data RTI, saham ADHI pada Kamis sore ditutup dengan penurunan 7,8 persen menjadi Rp 2.010. Padahal, di sepanjang sesi pertama, saham ADHI bergerak stabil di zona hijau.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


EditorBambang Priyo Jatmiko

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X