Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menhub: Pelabuhan Kuala Tanjung Beroperasi Maret 2018

Kompas.com - 24/11/2017, 19:41 WIB
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorErlangga Djumena

KUALA TANJUNG, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan operasional awal Pelabuhan Kuala Tanjung, Medan akan dilakukan pada tahun 2018.

Menurut dia, Pelabuhan Kuala Tanjung akan menjadi hub bagi pelabuhan-pelabuhan yang terdapat di Pulau Sumatera. 

"Soft launching paling lambat Maret 2018. Pelabuhan ini ada dua fungsi, pertama pusat alih muatan kapal (transhipment) dan kedua sebagai pelabuhan industri Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)," ujar Budi Karya dalam kunjungan ke Pelabuhan Kuala Tanjung, Medan, Jumat (24/11/2017). 

Mantan Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) ini menjelaskan, saat ini transhipment kapal di Pulau Sumatera lebih dilakukan di negara tetangga Singapura dan Malaysia. 

Baca juga : RI Akan Tawarkan Pelabuhan Kuala Tanjung dan Bitung pada KTT OBOR

Oleh karena itu, lanjut Budi Karya, dengan adanya Pelabuhan Kuala Tanjung kapal-kapal peti kemas bisa melakukan transhipment tanpa harus di negara tetangga.

"Kalau semua (transhipment) di sini (Pelabuhan Kuala Tanjung) maka kapasitasnya sama dengan Tanjung Priok sebesar 7 juta Teus," kata dia.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) (Pelindo I) Bambang Eka Cahyana mengatakan, sebagai tahap I I perseroan akan mengoperasikan Terminal Multiguna Pelabuhan Kuala Tanjung. 

Terminal itu, kata dia, bisa menampung peti kemas hingga 500.000 teus yang nantinya dikelola oleh PT Prima Multi Terminal. 

Perusahaan tersebut merupakan perusahaan patungan antara Pelindo 1, PT Pembangunan Perumahan (Persero), dan PT Waskita Karya (Persero) dengan komposisi penyertaan saham Pelindo 1 sebesar 55 persen , PT Pembangunan Perumahan 25 persen, dan PT Waskita Karya sebesar 20 persen.

"Saat ini tahap I progresnya sisi laut, seperti dermaga 94 persen, kemudian sisi darat 74,5 persen. Pembangunannya memakan investasi Rp 34 triliun, tetapi tahap I Rp 4 triliun," jelas dia.

Sementara, untuk pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung tahap II yaitu Pengembangan Kawasan Industri 3000 Ha (2016-2018), tahap III Pengembangan Dedicated atau Hub Port. (2017-2019), dan Tahap IV pengembangan kawasan industri terintegrasi (2021-2023).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+