Kemenhub Belum Keluarkan Notam Penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai

Kompas.com - 26/11/2017, 11:22 WIB
Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, tertutup awan, terlihat dari pinggiran Pantai Ampenan, Mataram, NTB, Selasa (21/11/2017). Letusan yang terjadi pada pukul 17.05 Wita ditandai dengan asap berwarna kelabu dan abu vulkanik tipis yang membumbung dari puncak kawah dengan tekanan sedang hingga tinggi maksimum 700 meter, dan abu letusan bertiup ke arah timur-tenggara. ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDIGunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, tertutup awan, terlihat dari pinggiran Pantai Ampenan, Mataram, NTB, Selasa (21/11/2017). Letusan yang terjadi pada pukul 17.05 Wita ditandai dengan asap berwarna kelabu dan abu vulkanik tipis yang membumbung dari puncak kawah dengan tekanan sedang hingga tinggi maksimum 700 meter, dan abu letusan bertiup ke arah timur-tenggara.
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) menyatakan belum keluarkan Notice to Airmen (Notam) penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali menyusul kembali erupsinya Gunung Agung pada Sabtu (25/11/2017)

Kepala Bagian Kerja sama dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agoes Subagio mengatakan, laporan dari usat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) belum adanya sebaran abu vulkanik (volcanic ash) di daerah Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

"Sehingga, penerbangan masih normal. Dan kami belum rencana mengeluarkan Notam," ujar Agoes saat dihubungi, Minggu (26/11/2017).

Meski demikian, menurut Agoes, Kemenhub akan berkoordinasi dengan PVMBG, Airnav, dan Crisis Center Bandar I Gusti Ngurah Rai untuk terus memantau sebaran abu vulkanik Gunung Agung.

Baca juga : Gunung Agung Erupsi Status Peringatan Penerbangan Merah

Terkait dengan pembatalan penerbangan, lanjut Agoes, itu merupakan hak dari maskapai. Dia menjelaskan, untuk penerbangan internasional terdapat 16 penerbangan yang dibatalkan.

Penerbangan yang dibatalkan masing-masing, tujuh arrival flight, yang terdiri dari 4 penerbangan dari Jetstar, 1 penerbangan KLM, 1 penerbangan Qantas dan 1 penerbangan Virgin Air, serta 9 departure flight, meliputi 5 penerbangan Jetstar, 3 penerbangan Virgin Air, dan 1 penerbangan KLM.

"Sementara untuk domestik, kami masih berkoordinasi dengan maskapai-maskapai. Mudah-mudahan tidak ada penundaan dan pembatalan," kata dia.

Kompas TV Saat ini, PVMBG masih menetapkan status Gunung Agung berada pada siaga level III.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X