Menteri Susi Akan Berbagi Pengalaman di Forum Bisnis dan HAM PBB

Kompas.com - 26/11/2017, 21:13 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi PudjiastutiDok KKP Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

JENEWA, KOMPAS.com - Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti, akan berbagi pengalaman mengenai upaya mendorong praktek bisnis berbasis HAM yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia.

Pengalaman tersebut akan disampaikan Menteri Susi dalam forum tahunan mengenai bisnis dan HAM di Kantor PBB di Jenewa, 27-29 November 2017.

Anggota Delegasi Indonesia terdiri dari berbagai kementerian/lembaga yang terkait, yaitu Kementerian Koordinator Bidang Perkonomian selaku focal point nasional isu Bisnis dan HAM, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Sekretariat Kabinet.

Dalam acara ini, Menteri Susi akan memaparkan Peraturan Menteri KP No. 35/2015 tentang Sertifikasi HAM pada Industri Perikanan sebagai best practice dalam praktek bisnis yang berperspektif HAM.

Menteri Susi menjadi salah satu di antara 5 (lima) pemimpin perempuan global inspiratif lain yang juga diundang untuk menjadi panelis. Lainnya adalah Direktur Eksekutif Oxfam Internasional dan Global VP Unilever, mewakili kalangan NGO dan sektor Bisnis.

Selain sesi pleno pembuka, delegasi Indonesia juga menjadi pembicara dalam tiga sesi lainnya mengenai rule of law in fishing industry, perkembangan penyusunan agenda nasional Bisnis dan HAM, serta upaya dalam menanggulangi perbudakan modern.

6th Annual UN Forum on Business and Human Rights (FBHR) merupakan sidang tahunan PBB membahas perkembangan dan tantangan yang dihadapi dalam implementasi UN Guiding Principles (UNGP) oleh berbagai negara serta untuk memperkuat hubungan bisnis dan HAM melalui kerja sama dan dialog.

Forum di tahun sebelumnya dihadiri oleh lebih dari 1500 orang yang berasal dari perwakilan pemerintah, kalangan bisnis, institusi HAM nasional, serta Civil Society Organizations dari berbagai negara.

Indonesia secara terus berpartisipasi secara aktif dalam sidang dimaksud sejak pertama kali diselenggarakan, termasuk pada 2016 di mana Delegasi Indonesia juga diundang menjadi salah satu pembicara pada sesi “good practices from emerging market”.



EditorBambang Priyo Jatmiko

Close Ads X