Simak, Enam Strategi Kementan untuk Regenerasi Petani

Kompas.com - 27/11/2017, 18:42 WIB
Brigadir Esa Prasetyo membagikan pupuk cair organik kepada petani di dekat rumahnya di Desa Alue Liem, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (17/11/2017). KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBOBrigadir Esa Prasetyo membagikan pupuk cair organik kepada petani di dekat rumahnya di Desa Alue Liem, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jumat (17/11/2017).
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Dalam mengoptimalkan program pembangunan pertanian, sumber daya manusia mempunyai peranan penting. Utamanya, untuk menyusun perencanaan pembangunan pertanian secara efektif dan efisien.  

"Faktor kekuatan sumber daya manusia atau ketenagakerjaan sangat penting dalam menggerakkan roda pembangunan nasional Indonesia," kata Agung Hendriadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dalam orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-63 Fakultas Pertanian Universitas Andalas, di Padang, Sumatera Barat, Senin (27/11/2017).

Lebih lanjut, kata Agung, BPS merilis bahwa angkatan tenaga kerja menurut umur dari tahun 2008 hingga 2017 mengalami peningkatan. Pada 2017, angkatan kerja usia 30-44 tahun mendominasi dengan jumlah 45,8 juta jiwa, disusul usia 45-59 tahun sejumlah 33,3 juta jiwa.

Di sisi lain, penyerapan tenaga kerja pertanian cenderung menurun tajam dan jumlahnya cukup signifikan yaitu 33,51 persen, disusul perdagangan (22,54 persen), jasa (16,54 persen), dan sektor industri (13,12 persen).

Di hadapan civitas akademika dan undangan lainnya, Agung memaparkan generasi muda saat ini lebih tertarik ke sektor industri dan jasa karena beberapa faktor. Pertama, penghasilan tenaga kerja di sektor pertanian lebih rendah dibandingkan dengan sektor industri dan jasa

Kedua, sektor industri dan jasa lebih menjanjikan jenjang karir yang lebih pasti.

Ketiga, petani tidak ingin generasi penerusnya menjadi petani.

Keempat, banyaknya konversi lahan yang menunjukkan usaha pertanian tidak ekonomis.

Kelima, tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menjalankan agribisnis, termasuk dari sisi kemampuan manajerial.

Enam strategi

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X