Investor China Jajaki Kerja Sama Budidaya Mutiara Air Laut di NTT

Kompas.com - 28/11/2017, 06:00 WIB
Berbagai model dan bentuk kalung mutiara dipajang untuk menarik minat pembeli dalam ajang Indonesia Pearls Festival 2012 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (31/10/2012). Mutiara sebagai perhiasan banyak diminati karena jenis dan bentuknya yang beragam disamping harganya yang terjangkau. Pameran akan berlangsung hingga 4 November mendatang.
 
KOMPAS/PRIYOMBODOBerbagai model dan bentuk kalung mutiara dipajang untuk menarik minat pembeli dalam ajang Indonesia Pearls Festival 2012 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (31/10/2012). Mutiara sebagai perhiasan banyak diminati karena jenis dan bentuknya yang beragam disamping harganya yang terjangkau. Pameran akan berlangsung hingga 4 November mendatang.
|
EditorAprillia Ika

KUPANG, KOMPAS.com - Investor asal Kota Ningbo, Provinsi Zhejiang, China siap berinvestasi budidaya mutiara air laut di Provinsi Nusa Tennggara Timur (NTT).

Hal itu disampaikan Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi NTT Petrus Kerong saat menggelar jumpa pers bersama sejumlah wartawan di Kupang, Senin (27/11/2017).

Menurut Petrus, niat investor asal negeri tirai bambu itu disampaikan saat pihaknya yang dipimpin oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya, menggelar pertemuan di Ningbo 23 November 2017 kemarin.

"Pertemuan dengan salah satu investor, bernama Chen Haijun yang bergerak di investasi sektor budidaya Mutiara Air Tawar. Chen Haijun bersama jajarannya berkomitmen untuk berkunjung ke NTT pada bulan Januari 2018 untuk menindaklanjuti komitmen mengembangkan budidaya mutiara air laut di NTT," jelasnya.

Baca juga : KKP Lepas Puluhan Ribu Kerang Mutiara di Perairan Lombok

Dalam pertemuan di China itu lanjut Petrus, Gubernur Frans Lebu Raya memberikan penjelasan secara singkat tentang potensi pengembangan budi daya mutiara air laut di NTT.

Saat ini lanjut Petrus, pihaknya tengah mempersiapkan MoU antara Pemerintah Provinsi Zhejiang dan Provinsi NTT, khusus untuk, budidaya mutiara.

"Kami juga akan lakukan pemetaan perusahaan budidaya mutiara di NTT, apakah bisa bekerja sama dengan perusahaan yang sudah ada dan meminta Mrs Chen untuk mengajukan izin ke BKPM pusat pengembangan budi daya mutiara air dan Pemprov ikut memfasilitasi," ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi NTT Semuel Rebo mengatakan, di wilayah NTT terdapat sejumlah tempat yang sangat potensial untuk pengembangan mutiara.

Tempat yang dimaksud itu sebut Semuel yakni di Bagian Utara Pulau Flores, Labuan Bajo (Manggarai Barat), Adonara (Flores Timur), Lembata, Alor, Teluk Kupang (Kota Kupang) dan Wini (Kabupaten Timor Tengah Utara).

"Sudah ada beberapa investor yang sudah mengembangkan mutiara di Kupang yakni perusahaan asal Jepang. Mutiara yang berasal dari Kupang ini memiliki kualitas terbaik dan mutiara yang sudah diproduksi oleh perusahaan Jepang itu sudah diekspor ke luar negeri," ucap Semuel.

Selain di Kupang, ada juga perusahaan yang sudah berinvestasi di kawasan Lembata, Flores Timur, Labuan Bajo dan Alor.

"Secara umum, kawasan pantai utara Pulau Flores itu adalah kawasan yang potensial untuk pengembangan budidaya mutiara. Tentu kita belum bisa memastikan karena harus didahului dengan survey, tetapi secara umum potensi ada dan sangat besar," paparnya.

Kompas TV Di bagian akhir jembatan, pengunjung mendapat pengalaman mendebarkan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X