Sri Mulyani Kaji Sektor Industri yang Bisa Dapat Insentif Pajak

Kompas.com - 28/11/2017, 09:30 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menghadiri sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 165 Tahun 2017 di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Senin (27/11/2017). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menghadiri sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 165 Tahun 2017 di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Senin (27/11/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan mengkaji lebih lanjut sektor-sektor industri mana saja yang bisa mendapatkan kebijakan tax allowance atau insentif pajak.

Skema insentif pajak sudah ada sejak lama, namun untuk menerapkannya dibutuhkan tahapan yang diawali dengan koordinasi sesama lembaga atau kementerian terkait sebelum diputuskan.

"Di dalam Undang-Undang, PPh (Pajak Penghasilan) kita memang memungkinkan pemerintah untuk memberikan suatu insentif perpajakan untuk berbagai kegiatan yang didefinisikan bisa memberi perkembangan perekonomian secara signifikan," kata Sri saat ditemui di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Senin (27/11/2017) malam.

Sri Mulyani menjelaskan, biasanya koordinasi membahas pemberian insentif pajak dilakukan pihaknya bersama dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Kementerian Perdagangan.

Baca juga : Sri Mulyani: Saya Senang kalau Makin Banyak Orang Menceritakan Dia Kaya...

 

Salah satu sektor yang dianggap berpotensi untuk menerima kebijakan insentif pajak adalah industri yang menerapkan pendidikan vokasi.

Adapun indikator yang digunakan sebagai pertimbangan pemberian insentif pajak, misalnya apakah pendidikan vokasi yang diadakan membuka lapangan kerja dengan nilai investasi tertentu.

Selain itu, perlu dilihat juga bentuk pendidikan vokasi yang diselenggarakan apakah bisa benar-benar mempersiapkan pekerja untuk masuk ke dunia industri.

"Presiden juga sudah menyampaikan vokasi ini penting, vokasi dalam artian betul-betul memberikan investasi di bidang skill dan pendidikan bagi pekerja kita untuk mereka siap masuk ke proses industri atau manufaktur," tutur Sri Mulyani.

Baca juga : Sri Mulyani: Mimpilah yang Besar

Rencana kajian insentif pajak untuk industri yang mendukung pendidikan vokasi sudah ada sejak awal tahun 2017. Saat ini, Indonesia memang sudah menjalankan pendidikan vokasi, namun perlu diarahkan untuk pengembangan dalam rangka memenuhi kebutuhan industri masa kini.

Kompas TV Menkeu Sri Mulyani Kecewa Pegawai Pajak Terlibat Suap

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X