Kompas.com - 28/11/2017, 12:15 WIB
Ketua Umum Apindo Haryadi Sukamdani di Kantor Apindo Jakarta, Selasa (20/12/2016). KOMPAS.com/Pramdia Arhando JuliantoKetua Umum Apindo Haryadi Sukamdani di Kantor Apindo Jakarta, Selasa (20/12/2016).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menyarankan pemerintah mulai mengatur mekanisme sharing economy di bidang akomodasi yang dilakukan oleh situs Airbnb (Airbed and Breakfast) asal Amerika Serikat.

Situs Airbnb memungkinkan konsumen yang menggunakan jasa tersebut untuk menyewa kamar, ruangan, hingga rumah seseorang untuk menginap.

"Airbnb jadi keprihatinan kami, karena kami seperti menghadapi persaingan dengan hantu. Harus ada sikap yang jelas dari pemerintah," kata Hariyadi saat menjadi pembicara dalam CORE Economic Outlook 2018 di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Selasa (28/11/2017).

Baca juga : Bisnis Hotel Kempinski Tak Khawatir Disrupsi Dari Aplikasi Airbnb

Hariyadi menjelaskan, masyarakat di Indonesia banyak menjadi konsumen dari situs Airbnb. Berdasarkan perhitungan sementara dari Apindo, perkembangan pengguna Airbnb di Indonesia tumbuh pesat hingga mencapai 72 persen.

Sementara, konsumen Airbnb sekaligus merupakan pasar dari pelaku usaha hotel dan penginapan yang masih menggunakan cara konvensional dalam berbisnis. Hariyadi juga menyinggung tentang potensi negara kehilangan pajak dari kegiatan usaha Airbnb yang sampai saat ini belum diatur lebih lanjut.

"Mereka kan tidak bayar pajak, ini persaingan yang tidak adil," tutur Hariyadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : Tak Bayar Pajak, Airbnb Dinilai Bikin Masalah

Dia juga menjelaskan, sistem sharing economy di bidang akomodasi seperti Airbnb berbeda jauh dengan kegiatan e-commerce. Pemerintah sendiri saat ini masih menggodok aturan main untuk kegiatan e-commerce.

Terhadap model bisnis seperti Airbnb, menurut Hariyadi, harus diatur tersendiri oleh pemerintah untuk memberikan keadilan bagi pelaku usaha di bidang yang sama.

Kompas TV Pengusaha menilai, bisnis seperti Airbnb mengancam hotel di Indonesia.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.