Susi Serukan Pasar Ikut Menekan Industri Perikanan yang Abai HAM dan Lingkungan

Kompas.com - 28/11/2017, 12:39 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JENEWA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyerukan kepada komunitas bisnis internasional untuk tidak menerima produk perikanan dari industri yang melanggar hak asasi manusia (HAM) dan lingkungan.

Hal itu disampaikan Susi dalam 6th Annual UN Forum on Business and Human Rights (FBHR) di kantor PBB, Jenewa Swiss, Senin (27/11/2017).

Susi menyebut selama ini pasar tidak terlalu peduli dengan produk perikanan yang dihasilkan melalui cara-cara yang tidak comply terhadap isu tersebut. Sehingga pasar dianggap menjadi salah satu pendorong terhadap industri perikanan yang mengabaikan aspek lingkungan dan HAM.

"Bagaimanapun, pasar harus mulai menyadari praktik-praktik yang melanggar HAM dan lingkungan yang dilakukan industri perikanan. Pasar harus ikut menekan agar industri perikanan tidak melanggar HAM dan lingkungan," ujarnya Senin sore (27/11/2017).

Susi mengatakan, pasar merupakan salah satu entitas yang memiliki peran sangat besar agar industri perikanan memperhatikan isu HAM dan lingkungan. Keterlibatan pasar merespon isu HAM dan lingkungan di sektor perikanan, akan cukup efektif menekan praktik-praktik yang tidak comply yang dilakukan industri perikanan.

Hingga saat ini, sejumlah pasar utama produk-produk perikanan tidak terlalu peduli dengan isu HAM dan lingkungan di sektor perikanan. Sehingga produk-produk perikanan yang berasal dari industri perikanan yang melanggar HAM, lingkungan serta illegal, unreported and unregulated fishing tetap bisa melenggang masuk ke pasar negara-negara maju.

Seperti yang terjadi di pasar Uni Eropa, kawasan ini belum terlalu peduli dengan isu lingkungan atas produk-produk perikanan yang masuk ke negara anggotanya.

Bahkan, Uni Eropa mengenakan bea masuk 0 persen untuk produk-produk perikanan dari negara-negara yang industri perikanannya abai terhadap isu lingkungan dan HAM.

Sementara itu, produk-produk perikanan dari Indonesia tetap dikenai bea masuk antara 19-24 persen ke Uni Eropa. Padahal, Indonesia telah menerapkan kebijakan yang ketat mengatur industri perikanan comply terhadap HAM dan lingkungan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mau Ajukan Kredit? Pahami Dulu Kondisi Keuangan Anda

Mau Ajukan Kredit? Pahami Dulu Kondisi Keuangan Anda

Whats New
Ini yang Dilakukan Tokopedia untuk Dorong UMKM lewat Pemanfaatan Teknologi

Ini yang Dilakukan Tokopedia untuk Dorong UMKM lewat Pemanfaatan Teknologi

Whats New
Cerita Komang Kirtania, Lestarikan Wayang Kamasan hingga Raup Omzet Rp 20 Juta

Cerita Komang Kirtania, Lestarikan Wayang Kamasan hingga Raup Omzet Rp 20 Juta

Smartpreneur
Amankan Pasokan Dalam Negeri, Ekspor CPO di Atas 680 Dollar AS Per Ton Kena Bea Keluar

Amankan Pasokan Dalam Negeri, Ekspor CPO di Atas 680 Dollar AS Per Ton Kena Bea Keluar

Whats New
Kemendag Kirimkan 1,3 Juta Liter Migor Minyakita ke Wilayah Timur Indonesia

Kemendag Kirimkan 1,3 Juta Liter Migor Minyakita ke Wilayah Timur Indonesia

Whats New
Menko Airlangga: Dana PEN Berakhir Tahun Ini

Menko Airlangga: Dana PEN Berakhir Tahun Ini

Whats New
RMK Energy Catatkan Laba Bersih Rp 141,8 Miliar pada Semester I-2022

RMK Energy Catatkan Laba Bersih Rp 141,8 Miliar pada Semester I-2022

Rilis
Jadi Rekam Jejak Penanganan Covid-19, Buku Vaksinasi Covid-19 Diluncurkan

Jadi Rekam Jejak Penanganan Covid-19, Buku Vaksinasi Covid-19 Diluncurkan

Whats New
Sosialisasi Cara Hitung TKDN, Kejaksaan RI Gandeng BUMN Inspeksi

Sosialisasi Cara Hitung TKDN, Kejaksaan RI Gandeng BUMN Inspeksi

Whats New
Kejar Produktivitas, Kementan Upayakan Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran

Kejar Produktivitas, Kementan Upayakan Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran

Rilis
Kurs Rupiah Ditutup Menguat, 1 Dollar AS Setara Rp 14.765

Kurs Rupiah Ditutup Menguat, 1 Dollar AS Setara Rp 14.765

Whats New
Nielsen: Belanja Iklan Naik 7 Persen di Semester I-2022, TV Masih Mendominasi

Nielsen: Belanja Iklan Naik 7 Persen di Semester I-2022, TV Masih Mendominasi

Whats New
Naik 63 Persen, Laba Bersih Citi Indonesia Capai Rp 750 Miliar

Naik 63 Persen, Laba Bersih Citi Indonesia Capai Rp 750 Miliar

Whats New
Harga Mi Instan Bakal Naik, Simak Harganya di Tokopedia, Shopee, dan Blibli

Harga Mi Instan Bakal Naik, Simak Harganya di Tokopedia, Shopee, dan Blibli

Whats New
Cetak Kinerja Bisnis Cemerlang, Elnusa Petrofin Raih Sales Team Awards 2022

Cetak Kinerja Bisnis Cemerlang, Elnusa Petrofin Raih Sales Team Awards 2022

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.