Pengusaha Hotel Sepakat Beri Harga Termurah bagi Wisatawan yang Tertahan di Bali

Kompas.com - 28/11/2017, 13:32 WIB
Terminal keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai, Tuban, Bali, Minggu (26/11/2017). Sebanyak 28 jadwal penerbangan internasional dari dan menuju Bali dibatalkan karena dampak letusan Gunung Agung yang terjadi sejak Sabtu (25/11/2017). 
ANTARA FOTO/WIRA SURYANTALATerminal keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai, Tuban, Bali, Minggu (26/11/2017). Sebanyak 28 jadwal penerbangan internasional dari dan menuju Bali dibatalkan karena dampak letusan Gunung Agung yang terjadi sejak Sabtu (25/11/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menjelaskan pihaknya sepakat dengan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika membantu akomodasi wisatawan yang masih tertahan di Bali karena erupsi Gunung Agung. Bantuan diberikan dalam bentuk kebijakan tarif penginapan khusus.

"Kami sudah sepakat dengan Gubernur untuk memberikan the best rate. Best rate masing-masing hotel beda-beda hitungannya, berapa (tarif) termurah yang bisa mereka berikan," kata Hariyadi usai jadi pembicara dalam CORE Economic Outlook 2018 di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Selasa (28/11/2017).

Hariyadi menjelaskan, hitungan tarif termurah dari hotel dan penginapan di Bali didapatkan melalui perhitungan berapa biaya operasional yang harus dikeluarkan, termasuk untuk jasa karyawan, listrik, air, dan sebagainya.

Kebijakan ini juga hanya diberikan bagi wisatawan yang tertahan dan terpaksa memperpanjang masa tinggal di sana, bukan mereka yang memang sejak awal hendak berlibur lama di Bali.

Baca juga : Penutupan Bandara Ngurah Rai Diperpanjang

"Kami juga tidak tega charge normal rate, pasti diberikan diskon, karena bukan maunya mereka tinggal lebih lama. Kecuali kalau memang mereka belum waktunya pulang. Kalau mereka extend karena enggak ada pesawatnya, tidak sampai hati mau charge full rate," tutur Hariyadi.

Berdasarkan informasi terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebaran abu dari erupsi Gunung Agung dengan status awas (level IV) masih berpotensi membahayakan penerbangan dari dan ke Bali.

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga masih ditutup untuk umum, sementara radius aman untuk masyarakat adalah 8 sampai 10 kilometer dari kawah Gunung Agung.

Baca juga : Erupsi Gunung Agung, PHRI Bali Siapkan Kamar Hotel Gratis Sehari

Kompas TV Airnav memutuskan kembali memperpanjang penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai.

 

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X