INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada 2018 Sebesar 5,1 Persen

Kompas.com - 29/11/2017, 13:45 WIB
Acara seminar nasional proyeksi ekonomi Indonesia 2018 di Universitas Bakrie, Jakarta, Rabu (29/11/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOAcara seminar nasional proyeksi ekonomi Indonesia 2018 di Universitas Bakrie, Jakarta, Rabu (29/11/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Institute For Development of Economics and Finance ( INDEF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun depan sebesar 5,1 persen atau setara dengan proyeksi Bank Indonesia sebesar 5,1 hingga 5,5 persen.

"Terkait pertumbuhan ekonomi, INDEF proyeksikan tahun depan hanya 5,1 persen," ujar Wakil Direktur INDEF Eko Listiyanto saat seminar nasional proyeksi ekonomi Indonesia 2018 di Universitas Bakrie, Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 mendatang akan ditentukan oleh efektifitas kebijakan pemerintah dalam memulihkan daya beli masyarakat dan menarik investasi langsung yang berdampak pada peningkatan lapangan kerja.

Baca juga : Tahun 2022, Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 6,2 Persen

Menurut INDEF, jika pemerintah tidak mampu menjawab kedua tantangan tersebut maka besar kemungkinan perekonomian nasional akan hanya tumbuh 4,9 persen.

Selain itu, lanjut Eko, pertumbuhan ekonomi nasional juga akan dipengaruhi oleh faktor global, seperti penguatan mata uang dollar Amerika Serikat (AS), pergantian gubernur bank sentral AS, hingga reformasi kebijakan perpajakan AS oleh Donald Trump.

"Kemudian ada risiko geopolitik yang berpotensi menaikan harga minyak tahun depan seperti ketegangan AS dan Korea Utara," kata Eko.

Sementara dari sisi domestik, pertumbuhan ekonomi nasional akan dipengaruih oleh daya beli masyarakat, kesehatan fiskal, kredit perbankan, hingga kinerja industri manufaktur.

Baca juga : BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi RI Hingga 5,5 Persen pada 2018

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menyampaikan pandangannya mengenai prospek perekonomian Indonesia ke depan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan bakal terakselerasi, sejalan perbaikan pertumbuhan ekonomi global.

"Pertumbuhan ekonomi 2018 diyakini berada pada kisaran 5,1-5,5 persen, terutama didorong permintaan domestik," kata Gubernur BI Agus DW Martowardojo dalam sambutannya pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2017 di Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Kompas TV Bank Indonesia memproyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal 4 tahun ini melesat lebih tinggi.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X