Apa Rubrik Favorit Sri Mulyani di Kompas?

Kompas.com - 29/11/2017, 14:50 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Ketua Inasgoc Erick Thohir (kanan) meninjau proyek renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk Asian Games 2018 di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2017). Mengutip data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), hingga kini progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai 87,27 persen dan ditargetkan selesai bertahap hingga Desember 2017. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGMenteri Keuangan Sri Mulyani dan Ketua Inasgoc Erick Thohir (kanan) meninjau proyek renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk Asian Games 2018 di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2017). Mengutip data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), hingga kini progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai 87,27 persen dan ditargetkan selesai bertahap hingga Desember 2017.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pidato kuncinya pada acara Kompas 100 CEO Forum di Jakarta, Rabu (29/11/2017). Dalam kesempatan itu, Sri menjelaskan mengenai outlook perekonomian untuk tahun 2018 dan realisasi perekonomian tahun 2017.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut pun mengakui bahwa dirinya masih gemar membaca surat kabar, khususnya Kompas. Lalu, apa rubrik favorit Sri?

Ia mengaku sangat jarang membaca halaman depan surat kabar. Namun, khusus untuk Kompas, dirinya selalu membaca rubrik pendidikan dan kebudayaan.

"Yang saya baca adalah editorial, pendidikan, dan kebudayaan. That's my favorite," ujar Sri.

Baca juga : Sri Mulyani Kaji Sektor Industri yang Bisa Dapat Insentif Pajak

Menurut dia, dalam banyak kesempatan pun ia menyoroti setiap kali Kompas memberitakan mengenai fasilitas pendidikan publik yang rusak, seperti gedung sekolah yang rusak. Dari situ, ia berkoordinasi dengan para direktur jenderal (dirjen).

Mengapa demikian? Sri menjelaskan, liputan mengenai sekolah-sekolah yang rusak dapat menjadi cerminan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan baik atau tidak.

Ia pun berkeinginan agar ke depan APBN dapat dibuat setransparan mungkin. Sehingga, ini dapat membantu media untuk melengkapi data peliputan dan memperoleh gambaran mengenai pemanfaatan APBN.

"Saya suka melihat bagaimana Kompas meliput kelas yang buruk. Bisa dilihat daerah ini dapat APBN berapa sehingga kondisinya seperti ini, apakah masalah uang, kepemimpinan, tata kelola, atau malah korupsi?" jelas Sri.

Baca juga : Menkeu: Anggaran Pendidikan Indonesia-Vietnam Sama, Kualitas Beda

Target belanja negara pada tahun 2018 adalah sebesar Rp 2.204,4 triliun, sementara penerimaan negara ditargetkan sebesar Rp 1.878,4 triliun.

Anggaran untuk pendidikan dipatok sebesar Rp 440,9 triliun. Tujuan utama anggaran pendidikan adalah untuk peningkatan akses, distribusi, dan kualitas pendidikan.

Kompas TV Revolusi mental diharapkan tak hanya jadi jargon di tahun kelima Jokowi - JK menjabat.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X