Bandara Ngurah Rai Dibuka, 3 Maskapai Asing Kembali Terbang

Kompas.com - 29/11/2017, 21:39 WIB
Sejumlah calon penumpang menunggu jadwal penerbangan di terminal keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai, Tuban, Bali, Minggu (26/11/2017). Sebanyak 28 jadwal penerbangan internasional dari dan menuju Bali dibatalkan karena dampak letusan Gunung Agung yang terjadi sejak Sabtu, 25 November 2017 ANTARA FOTO / WIRA SURYANTALASejumlah calon penumpang menunggu jadwal penerbangan di terminal keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai, Tuban, Bali, Minggu (26/11/2017). Sebanyak 28 jadwal penerbangan internasional dari dan menuju Bali dibatalkan karena dampak letusan Gunung Agung yang terjadi sejak Sabtu, 25 November 2017
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup menyusul peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Agung. Pembukaan kembali bandara tersebut mulai berlaku efektif pada Rabu (29/11/2017).

Sejumlah maskapai asing pun mulai kembali mengoperasikan rute penerbangannya dari dan ke Bali. Kompas.com merangkum pengumuman resmi sejumlah maskapai tersebut.

Singapore Airlines menyatakan mulai mengoperasikan kembali penerbangannya mulai Rabu. Penerbangan yang dioperasikan lagi adalah SQ948 rute Singapura-Bali yang dijadwalkan lepas landas pada pukul 18.05 waktu setempat.

Selain itu, dua penerbangan dari Bali ke Singapura juga kembali dioperasikan, yakni SQ947 pukul 20.05 dan SQ949 pukul 21.45. Adapun sejumlah penerbangan juga disesuaikan jadwalnya, yakni SQ939 rute Bali-Singapura berangkat pada 22.45 dan SQ943 rute sama berangkat pada 23.45.

Baca juga : Bandara Internasional Ngurah Rai Kembali Dibuka

"SIA dan SilkAir saat ini tengah menunggu persetujuan untuk mengoperasikan penerbangan tambahan guna mengangkut penumpang yang saat ini masih di Bali dan terdampak pembatalan penerbangan pada 27 dan 28 November," kata pihak SIA.

SIA pun menyatakan, situasi masih belum kondusif dan tanda peringatan status Gunung Agung masih pada level tertinggi. Sehingga, penumpang yang tidak mendesak untuk bepergian ke Bali diminta tidak melakukan perjalanannya.

Maskapai asal Australia Qantas beserta anak usahanya, Jetstar menyatakan kondisi terbang di Bali diprediksi tak ada masalah pada Kamis (30/11/2017). Sehingga, keduanya memutuskan bakal kembali mengoperasikan penerbangan dari dan ke Bali.

Namun demikian, maskapai akan terus memantau kondisi Gunung Agung agar tidak berdampak pada penerbangan. Penumpang akan terus diinformasikan mengenai perkembangan terbaru.

"Pada Kamis, Qantas dan Jetstar memiliki 10 penerbangan terjadwal dan akan menambah 6 penerbangan sehingga akan ada total 3.800 orang kembali ke Australia," tulis pihak Qantas.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X