Tantangan Menteri Susi ke Anies-Sandi dan Petuah Jokowi, 5 Berita Populer Ekonomi

Kompas.com - 30/11/2017, 08:30 WIB
Kondisi danau Sunter, Jakarta Utara, Rabu (29/11/2017). Menteri kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti berharap danau Sunter dapat dibuat seperti danau Jenewa di Swiss dibawah pemerintahan Anies Sandi. Kompas.com/Setyo AdiKondisi danau Sunter, Jakarta Utara, Rabu (29/11/2017). Menteri kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti berharap danau Sunter dapat dibuat seperti danau Jenewa di Swiss dibawah pemerintahan Anies Sandi.
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kinerja Gubernur DKI Jakarta baru Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno terus menjadi sorotan. Kali ini, tantangan kinerja untuk membuat Jakarta menjadi lebih baik datang dari sosok primadona Susi Pudjiastuti.

Susi yang berada di kota Geneva, Swiss, untuk mempresentasikan kinerjanya di bidang kelautan dan perikanan pada sidang tahunan PBB menantang Anies-Sandi menjadikan Danau Sunter seapik sebuah danau di Geneva.

Baca juga : Gebrakan Menteri Susi Diakui Dunia

Susi dan Sandi sendiri memiliki "sejarah saling sindir" soal impor garam beberapa waktu lalu. Sandi waktu itu menyindir Susi, mengapa Indonesia lautnya luas tetapi harus impor garam.

Susi, balik merespons pernyataan Sandi tersebut. Melalui akun Twitter pribadinya, Susi menjawab pertanyaan yang disampaikan Wakil gubernur terpilih DKI Jakarta itu.

Baca juga : Sandiaga: Indonesia Lautnya Luas tapi Impor Garam, Salahnya di Mana?

"Pak Sandi harusnya tanya kawan-kawannya pengusaha atau importir garam yang sudah puluhan tahun berdagang garam. Kenapa bisa begitu?" tulis Susi seperti dikutip dari akun Twitter pribadinya, Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Sandi juga balik merespons cuitan Susi. Terhadap balasan Susi itu, Sandiaga meyakini bahwa Susi sedang menyindir kawan-kawannya, bukan dirinya.

Baca juga : Susi: Pak Sandi Harusnya Tanya Kawan-kawannya...

"Jadi Bu Susi itu maksudnya menyindir bahwa pengusaha selama ini, mana tuh, banyak kawan-kawan saya, kenapa nggak dibangun industrinya," kata Sandi.

Selain tantangan Susi, juga ada petuah Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal shifting ekonomi digital, peluang bisnis di daerah yang membesar karena infrastruktur terbangun, pola kerja dan pola kunsumsi yang berubah dan tren digital lifestye.

Baca juga : Jokowi: Ekonomi Digital Bikin Peluang Bisnis Daerah Membesar

Berikut lima berita populer kanal ekonomi Kompas.com pada Rabu (29/11/2017)yang bisa Anda simak kembali hari ini.

1. Menteri Susi Tantang Anies-Sandi

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memuji sebuah danau di kota Geneva, Swiss, saat menghadiri Forum Tahunan Bisnis dan HAM di Kantor Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), baru-baru ini.

Danau yang biasa disebut sebagai Danau Geneva itu sekaligus mengingatkan Susi pada sebuah tempat di Jakarta yang menurutnya bisa ditata seperti itu.

Baca juga : Menteri Susi Tantang Anies-Sandi Buat Danau Sunter seperti di Jenewa

2. Jokowi: Masyarakat Sekarang Belanja Pengalaman, Bukan Barang

Presiden Joko Widodo mengatakan, di era digital ini terjadi banyak pergeseran di masyarakat, mulai dari pola konsumsi hingga gengsi yang sudah bukan berwujud barang.

Konsumsi masyarakat saat ini beralih jadi konsumsi pengalaman. Status gengsi seseorang pun bukan lagi persoalan memiliki barang mewah, tapi pengalaman dan petualangan apa saja yang pernah dia jalani.

Baca juga : Jokowi: Masyarakat Sekarang Belanja Pengalaman, Bukan Barang

Ilustrasi Meikarta Ilustrasi Meikarta
3. Pengusaha Hotel Sebut Meikarta Bisa Membuat Airbnb Makin Kaya

Pihak Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) meyakini yang paling diuntungkan dengan keberadaan situs hotel berbagi seperti Airbnb (Airbed and Breakfast) adalah masyarakat kalangan menengah ke atas.

Baca juga : Apindo: Jika Airbnb Terus Berkembang, Lapangan Kerja Terancam

Sehingga, jika ada pembangunan hunian dalam skala besar dengan harga yang tidak terlampau mahal, dianggap bisa menguntungkan Airbnb secara tidak langsung.

Baca juga : Pengusaha Hotel Sebut Meikarta Bisa Membuat Airbnb Makin Kaya

4. Nilai Bitcoin Terus Menanjak, Kritik Pun Terus Berdatangan

Nilai mata uang cryptocurrency bitcoin terus menanjak. Pada awal pekan ini, untuk pertama kalinya nilai bitcoin berada di atas 9.000 dollar AS atau sekitar Rp 121,5 juta.

Baca juga : Nilai Bitcoin Kembali Tembus Rekor Tertinggi di Level Rp 145,8 Juta

Mengutip Financial Times, Rabu (30/11/2017), sejak awal tahun ini, nilai bitcoin sudah menguat lebih dari 880 persen. Peningkatan nilai bitcoin yang sangat spektakuler ini menyedot banyak perhatian, tak terkecuali kritik.

Baca juga : Nilai Bitcoin Terus Menanjak, Kritik Pun Terus Berdatangan

5. Bandara Internasional Ngurah Rai Kembali Dibuka

Perum Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia ( AirNav Indonesia) menerbitkan Notice to Airmen nomor A4300/17 yang mengumumkan pembukaan kembali Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali.

Baca juga : Bandara Internasional Ngurah Rai Kembali Dibuka dan Baca juga : Bandara Ngurah Rai Dibuka, 3 Maskapai Asing Kembali Terbang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.