Jonan: Penyederhanaan Golongan Listrik Keputusannya Ada di Presiden

Kompas.com - 30/11/2017, 14:30 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Ignasius Jonan saat menghadiri acara Internasional Energy Conference 2017 di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, Kamis (30/11/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOMenteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Ignasius Jonan saat menghadiri acara Internasional Energy Conference 2017 di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, Kamis (30/11/2017).
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan keputusan kebijakan penyederhanaan golongan listrik ada di tangan Presiden Joko Widodo.

Menurut Jonan, saat ini proses penyederhanaan golongan tersebut masih dibahas di internal pemerintah dan PT PLN (Persero) termasuk menampung aspirasi dari masyarakat.

"Intinya gini, jadi kita akan tetap pada tahap menampung aspirasi masyarakat, diskusi, terus rekan media juga dimintai pendapat. Ini belum dijalankan kok. Jalankan atau tidak, nanti keputusannya ada di Presiden," ujar Jonan setelah menghadiri acara Internasional Energy Conference 2017 di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Menurut dia Presiden Jokowi sendiri meminta agar kebijakan tersebut disosialisasikan keada masyarakat.  "Arahan Bapak Presiden, coba (rencana penyederhanaan golongan) ini disosialisasikan dulu, ditanyakan, sampai semua sepakat. Jadi tidak terburu-buru sekarang," ucap dia.

Baca juga: Fadli Zon: Penyederhanaan Golongan Listrik, PLN Jahat kepada Pelanggan

Jonan mengatakan, saat ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menugaskan PLN untuk melakukan survei kepada masyarakat guna mengetahui respon atau tanggapan terkait rencana penyedehanaan golongan listrik.

Namun demikian, mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini tak mau menjelaskan lebih lanjut terkait aturan atau dasar hukum apa yang akan digunakan dalam melaksanakan penyederhanaan golongan listrik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia meyebutkan, saat ini yang terpenting adalah sosialisasi kepada masyarakat. "Yang penting itu sosialisasinya, bukan peraturannya. Masyarakat bisa terima atau tidak, itu yang paling penting," kata Jonan.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menghapus daya listrik di bawah golongan 4.400 Volt Ampere (VA). Sehingga, pelanggan rumah tangga hanya akan menjadi satu golongan.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menyebutkan, penghapusan golongan pelanggan listrik dengan daya 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA tersebut sebagai upaya agar masyarakat bisa menikmati listrik dengan daya yang lebih besar.

Dengan begitu, masyarakat dipastikan tidak lagi mengalami mati lampu akibat daya listriknya yang tidak mencukupi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.