Tips Atur Keuangan untuk Freelancer

Kompas.com - 30/11/2017, 19:30 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorAprillia Ika

Setiap mendapatkan penghasilan, sisihkan sebagian untuk mengumpulkan dana darurat. Besar dana darurat disesuaikan dengan kebutuhan.

Misalnya, bila Anda statusnya masih lajang, maka besar dana darurat yang ideal adalah 3 kali besar pengeluaran rata-rata per bulan.

Sedangkan bila Anda sudah menikah, idealnya dana darurat adalah 6 kali pengeluaran rata-rata per bulan.

Fungsi dana darurat ini adalah untuk membantu Anda menutup kebutuhan yang sifatnya darurat.

Misalnya, ketika tiba-tiba harus berobat atau harus merenovasi rumah. Dana darurat penting agar Anda tidak langsung menempuh cara utang ketika datang kebutuhan uang tunai.

2.Memiliki catatan keuangan yang tertib

Kebiasaan finansial yang baik ini sangat penting dijalankan oleh para pekerja lepas. Dengan memiliki catatan keuangan yang tertib, seperti data arus kas masuk atau keluar, Anda bisa mempunyai gambaran tren keuangan pribadi.

Dari data keuangan seperti itu, Anda bisa mengatur keuangan lebih cermat. Misalnya, bila ternyata pengeluaran terlalu banyak dihabiskan untuk kebutuhan non-primer, Anda dapat segera mengubah gaya hidup supaya lebih hemat.

3.Miliki asuransi

Sebagai pekerja lepas, Anda tidak memiliki ‘kemewahan’ status seorang karyawan yang menikmati tunjangan asuransi kesehatan hingga tunjangan pajak.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X