Cuaca Buruk, Penyeberangan Merak-Bakauheni Ditutup

Kompas.com - 30/11/2017, 21:42 WIB
Pemudik antre menunggu masuk ke kapal Ro-Ro saat puncak arus mudik di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Jumat (23/6/2017). Pelabuhan Merak menargetkan 1.438.550 orang akan menyeberangi lintasan Merak-Bakauheni selama Lebaran tahun ini. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Pemudik antre menunggu masuk ke kapal Ro-Ro saat puncak arus mudik di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Jumat (23/6/2017). Pelabuhan Merak menargetkan 1.438.550 orang akan menyeberangi lintasan Merak-Bakauheni selama Lebaran tahun ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menutup sementara penyeberangan Merak-Bakauheni akibat cuaca ekstrem, Kamis (30/11/2017). Penutupan dimulai pukul 17.45 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Plt Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Intan Sugiharti mengatakan, penutupan terjadi karena gelombang tinggi air laut dan tingginya kecepatan angin.

"Kami memohon pengertian kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan Merak-Bakauheni, karena cuaca di Merak sangat ekstrem di mana tinggi gelombang sudah mencapai 5 meter dan kecepatan angin di atas 45 knot sehingga layanan ditutup sementara," kata Intan melalui keterangan resmi, Kamis.

Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak Fahmi Alweni mengatakan, keputusan menutup penyeberangan ini dilakukan karena  memprioritaskan keselamatan dan keamanan para pengguna jasa penyeberangan.

Baca juga: Rusak Akibat Ditabrak Kapal, Dermaga III Merak Tetap Beroperasi

PT ASDP terus berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika terkait kondisi cuaca sebelum memutuskan untuk membuka kembali pelayaran.

"Cuaca sangat ekstrem, jadi layanan terpaksa kami tutup sementara. Kepada seluruh penumpang yang sudah berada di lingkungan pelabuhan maupun yang masih dalam perjalanan diimbau bersabar," kata Fahmi.



EditorErlangga Djumena

Close Ads X