OPEC dan Rusia Sepakat Perpanjang Pemangkasan Produksi Minyak

Kompas.com - 03/12/2017, 07:32 WIB
Presiden OPEC yang juga Menteri Energi Arab Saudi, Khalid Al-Falih bersama Seketaris Jenderal Mohammad Barkindo, berbicara kepada wartawan sebelum pertemuan OPEC di Vienna, Austria pada 25 Mei 2017.REUTERS/Leonhard Foeger Presiden OPEC yang juga Menteri Energi Arab Saudi, Khalid Al-Falih bersama Seketaris Jenderal Mohammad Barkindo, berbicara kepada wartawan sebelum pertemuan OPEC di Vienna, Austria pada 25 Mei 2017.

VIENNA, KOMPAS.com - Organisasi Negara Pengekspor Minyak ( OPEC) dan Rusia sepakat untuk memperpanjang pemangkasan produksi minyak hingga akhir 2018. Kesepakatan ini diperoleh dalam pertemuan di Vienna, Austria.

Mengutip CNBC, Minggu (3/12/2017), keputusan ini sudah diprediksi sebelumnya. Pasalnya, sebelum pertemuan tersebut, sejumlah negara produsen sudah mengindikasikan perpanjangan pemangkasan disepakati bila pasar dirasa sudah "overheating".

Pemangkasan produksi minyak sebanyak 1,8 juta barrel per hari (bph) sebelumnya juga telah dilakukan pada musim dingin lalu oleh 14 negara anggota OPEC, Rusia, dan sembilan negara produsen lainnya. Kesepakatan awal seharusnya berakhir pada Maret 2018.

Ketimbang memperpanjang pemangkasan produksi selama sembilan bulan, OPEC dan sejumlah negara produsen lainnya menyepakati kesepakatan baru yang berlangsung selama Januari hingga Desember 2018.

(Baca juga: Produksi Minyak OPEC Turun untuk Pertama Kali dalam 6 Bulan)

Kesepakatan ini akan ditinjau ulang pada pertemuan selanjutnya pada Juni 2018.

Peninjauan ulang tersebut dilakukan untuk melihat apakah pemangkasan produksi berdampak pada harga minyak dan pasokan minyak global.

Adapun Nigeria dan Libya, dua anggota OPEC yang dikecualikan dari kesepakatan, setuju untuk tidak meningkatkan produksi pada tahun depan.

"Kepada pasar, kami sampaikan tidak ada kejutan yang diharapkan dari Libya dan Nigeria," ujar Presiden OPEC yang juga Menteri Energi Arab Saudi, Khalid Al-Falih.

Kesepakatan tersebut tidak memasukkan produksi minyak serpih AS. Oleh karena itu, ada kekhawatiran bahwa peningkatan harga minyak, yang sebagian besar disebabkan pemangkasan produksi minyak, akan memicu produsen minyak serpih AS mennggenjot produksinya.

Kompas TV Arab Saudi Minta Indonesia Kembali gabung OPEC

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorBayu Galih
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X