Pemenang Nobel Joseph Stiglitz: Bitcoin Tak Memberikan Manfaat Sosial

Kompas.com - 03/12/2017, 08:21 WIB
Pemenang Nobel bidang ekonomi, Joseph Stiglitz, dalam sebuah wawancara di Paris, 13 September 2016. ERIC PIERMONT/AFP/Getty ImagesPemenang Nobel bidang ekonomi, Joseph Stiglitz, dalam sebuah wawancara di Paris, 13 September 2016.
|
EditorBayu Galih

NEW YORK, KOMPAS.com - Nilai mata uang digital bitcoin terus melejit. Namun, kehadiran mata uang ini menimbulkan banyak pendapat, dari dukungan hingga kritik tajam.

Penilaian paling telak tampaknya berasal dari pemenang hadiah Nobel, Joseph Stiglitz. Ia menyebut, bitcoin seharusnya tidak beredar di masyarakat.

" Bitcoin sukses hanya karena potensinya untuk penipuan. (Bitcoin) tidak memberikan manfaat sosial yang berguna," ujar Stiglitz seperti dikutip dari CNN Money, Minggu (3/12/2017).

Sementara itu, pemenang hadiah Nobel Robert Shiller memandang mata uang virtual tersebut menarik bagi investor. Pasalnya, bitcoin cenderung memiliki "rasa" antipemerintah dan antiregulasi.

(Baca juga: BI Tegaskan Bitcoin Bukan Alat Pembayaran Sah)

Ilustrasi BitcoinAFP Ilustrasi Bitcoin
Adapun petinggi raksasa Wall Street juga menyoroti perkembangan bitcoin. CEO Goldman Sachs, Lloyd Blankfein menuturkan, bitcoin dapat menjadi sarana kejahatan keuangan.

Sedangkan, miliarder dan investor Carl Icahn menyatakan bitcoin akan mengalami "bubble".

(Baca: Tembus Level Rp 148,5 Juta, Bitcoin Berisiko Alami "Bubble"?)

Sebelumnya, CEO JP Morgan Chase Jamie Dimon juga menyatakan bahwa bitcoin adalah kejahatan keuangan dan akan "meledak." Miliarder dan investor kawakan Warren Buffet juga mengingatkan kemungkinan terjadinya "bubble",

Kondisi bubble adalah di mana harga suatu komoditas meningkat sangat tinggi. Pada akhirnya, kondisi ini akan memberikan risiko yang tinggi dan berdampak pada stabilitas keuangan.

Nilai bitcoin telah sempat menembus 11.000 dollar AS atau setara sekira Rp 148,5 juta. Sepanjang tahun ini, nilai bitcoin sudah melonjak lebih dari 1.000 persen.

Meskipun sempat melejit ke level tertinggi, nilai bitcoin kemudian merosot kembali. Hal ini mengingatkan tentang betapa besarnya volatilitas mata uang digital tersebut.

Kompas TV Kapan Kita Perlu Menabung Dolar?



Sumber CNN Money

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X