Di Tarakan, 4 Negara ASEAN Sepakat Genjot Pertumbuhan Ekonomi

Kompas.com - 03/12/2017, 19:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Wakil Gubrrnur Kalimantan Utara Udin Hianggio pada acara Gala Dinner BIMP EAGA di Tarakan, Kalimantan Utara, Sabtu (2/12/2017). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Wakil Gubrrnur Kalimantan Utara Udin Hianggio pada acara Gala Dinner BIMP EAGA di Tarakan, Kalimantan Utara, Sabtu (2/12/2017).
|
EditorAprillia Ika

TARAKAN, KOMPAS.com - Pertemuan Menteri Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) ke-21 yang diselenggarakan di Tarakan, Kalimantan Utara, sepakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkesinambungan. Visi ini diwujudkan dalam sejumlah inisiatif.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, BIMP-EAGA melibatkan beberapa provinsi di empat negara ASEAN tersebut.

Di Indonesia, 15 provinsi di Kawasan Timur Indonesia (KTI) disertakan, seperti di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Adapun provinsi di Malaysia antara lain Sabah dan Sarawakan, sementara Filipina adalah provinsi Palawan dan Mindanao.

"Kami melihat kinerja ekonomi BIMP-EAGA yang berkelanjutan, meskipun ada kondisi global dan regional yang menantang," kata Darmin pada pertemuan yang dihelat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Utara, Minggu (3/12/2017).

Baca juga : Konektivitas ASEAN Kawasan Timur Digenjot, Open Sky Jadi Sorotan

Produk domestik bruto (PDB) gabungan BIMP-EAGA tercatat tumbuh sebesar 6,3 persen pada tahun 2016. Adapun purchasing power parity (PPP) pada periode yang sama tercatat sebesar 805 miliar dollar AS.

Sementara itu, selama periode 2010 hingga 2016, kedatangan wisatawan di kawasan BIMP-EAGA tumbuh 6,9 persen menjadi 83 juta orang pada tahun 2016. Ini termasuk 4,5 juta orang wisatawan asing.

Adapun pertumbuhan total investasi mencapai 25,7 persen secara tahunan. Dari angka tersebut, sekira 82 persen di antaranya adalah investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI).

"Kami kembali menegaskan komitmen untuk mengimplementasikan pengukuran untuk mengakselerasi pertumbuhan perdagangan, investasi, dan pariwisata di BIMP-EAGA," tutur Darmin.

Data BIMP-EAGA menunjukkan, pertumbuhan ekonomi EAGA alias ASEAN kawasan timur masih berada di belakang BIMP. Pertumbuhan ekonomi EAGA mencapai 3,4 persen, sementara rata-rata BIMP adalah 5 persen.

Namun demikian, EAGA berkontribusi terhadap sekitar 17 persen dari total kegiatan ekonomi di BIMP. Selain itu, EAGA juga menyumbang 11,8 persen dari total perdagangan BIMP.

Kompas TV Rute parade ASEAN 50 dimulai dari Monas dan bergerak menuju Bundaran HI melalui Jl MH Thamrin, dan berakhir di Jl Imam Bonjol, Jakarta.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X