Datangi BEI, Yusuf Mansur Kenalkan Manajer Investasi Syariah Pertama di Indonesia

Kompas.com - 04/12/2017, 12:17 WIB
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Ustaz Yusuf Mansur melebarkan sayap dalam bisnis jasa keuangan. Setelah meluncurkan perusahaan layanan pembayaran berbasis digital Paytren, kali ini pria yang juga berprofesi pendakwah ini membentuk perusahaan manajer investasi berbasis syariah yakni, PT Paytren Aset Manajemen (PAM). 

PAM merupakan perusahaan manajer investasi berbasis syariah pertama di Indonesia.

Yusuf Mansur mengatakan, saat ini minat masyarakat untuk berinvestasi sangat tinggi. Buktinya, jelas dia, banyak masyarakat yang menjadi korban investasi bodong. 

Oleh karena itu, dengan adanya PAM dapat mengakomodir minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi dengan prinsip-prinsip syariah.

Baca juga: OJK Terbitkan Izin Reksa Dana Syariah Milik Yusuf Mansur

"Bila masyarakat punya pilihan bukan hanya legal, tetapi syariah. Tentu ini tidak hanya keuntungan tapi ketenangan dan keuntungan. Jadi bagaimana masyarakat diajak untuk investasi jangka panjang tidak hanya pendek. Dan kami ingin memajukan investasi syariah," ujar Yusuf Mansur di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (4/11/2017)

Menurut Yusuf Mansur, investasi dengan prinsip syariah bukan hanya untuk masyarakat muslim saja, tetapi masyarakat lainnya bisa juga ikut berinvestasi dengan prinsip tersebut. 

"Kami bukan sesuatu yang berseberangan, tetapi bekerja sama bagaimana ini berjalan bersama memberikan keuntungan. Proses syariah untuk kenyamana,  jadi syariah harus di campaign bukan hanya muslim, tetapi untuk masyarakat yang lebih umum," ucap dia. 

Direktur Utama PAM, Ayu Widuri mengatakan, perusahaan telah mendapay izin sebagai manajer investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 24 Oktober 2017. 

Dalam tahap awal, terang Ayu, PAM akan menerbitkan dua jenis produk reksadana yaitu produk reksadana pasar uang yaitu PAM Syariah Likuid Dana Safa serta reksadana pasar saham yaitu PAM Syariah Saham Dana Falah. Dua produk tersebut telah mendapatkan izin efektif dari OJK pada 29 November lalu. 

Ayu menyebutkan, produk tersebut akan ditawarkan kepada pengguna Paytren yang hingga kini mencapai 1,7 juta pengguna. 

"1,7 juta nasabah Paytren merupakan captive market kita di investor ritel. 500.000 nasabah, diharapkan menjadi investor ritel perdana," ucap dia.

Kompas TV Beli Reksa Dana Via "Online"
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.