Kompas.com - 04/12/2017, 14:40 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS)  Kecuk Suhariyanto usai konfrensi pers terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2017 di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (6/11/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto usai konfrensi pers terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2017 di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (6/11/2017).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan hasil perhitungan laju inflasi Indonesia pada November 2017 ini di level 0,20 persen.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan bahwa inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga sejumlah komoditas. Beberapa di antaranya adalah komoditas pangan seperti cabai merah, beras, bawang merah dan daging ayam ras.

Dengan demikian perkembangan laju inflasi tahun kalender Januari hingga November 2017 sebesar 2,87 persen. Sementara inflasi tahunan November 2017 sebesar 3,30 persen year on year (YoY).

"Inflasi November 2017 lebih rendah dari inflasi November untuk tiga tahun sebelumnya atau sejak November 2014," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (4/12/2017).

Dia menjelaskan, pada November 2014 inflasi mencapai angka 1,5 persen; pada November 2015 inflasi mencapai angka 0,21 persen; sedangkan pada November 2016 inflasi mencapai angka 0,47 persen.

Dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dipantau BPS, terdapat 68 kota yang mengalami inflasi dan 14 kota yang mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Singaraja sebesar 1,80 persen dan inflasi terendah terjadi di Bekasi dan Palopo, masing-masing sebesar 0,02 persen.

Adapun deflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 2,74 persen dan deflasi terendah terjadi di Manokwari sebesar 0,02 persen.

"Masih ada satu bulan lagi di Desember, kami berharap harga-harga tetap terkendali sehingga inflasi tahunan bisa penuhi target yang ditetapkan," pungkas Suhariyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Travel Bubble' Indonesia-Singapura, Sandaiga Uno: Tahap Awal 50-100 Wisatawan

"Travel Bubble" Indonesia-Singapura, Sandaiga Uno: Tahap Awal 50-100 Wisatawan

Whats New
Kerap Dipandang Negatif, Apa Itu Outsourcing?

Kerap Dipandang Negatif, Apa Itu Outsourcing?

Work Smart
Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Earn Smart
Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Whats New
Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Whats New
Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Whats New
Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Whats New
Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Earn Smart
Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Whats New
Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Whats New
Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Whats New
KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

Whats New
Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Whats New
Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Whats New
Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.