Dubes Timor Leste: Kami Rugi Puluhan Juta Dolar AS Akibat Illegal Fishing

Kompas.com - 04/12/2017, 21:30 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia Alberto Xavier Pereira Carlos saat mengadakan konferensi pers di rumah dinas Susi, Jakarta Selatan, Senin (4/12/2017). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia Alberto Xavier Pereira Carlos saat mengadakan konferensi pers di rumah dinas Susi, Jakarta Selatan, Senin (4/12/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia, Alberto Xavier Pereira Carlos, mengaku negaranya mengalami kerugian dalam jumlah besar akibat kegiatan illegal fishing. Dari perhitungan sementara, total kerugian mencapai puluhan juta dolar AS.

"Timor Leste setiap tahun merugi 45 juta dolar AS dari illegal fishing. Kerja sama dengan Indonesia luar biasa bagus dan kami sangat menghargai kerja sama dengan Indonesia," kata Alberto saat menghadiri konferensi pers dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di rumah dinas Susi, Jakarta Selatan, Senin (4/12/2017).

Pada saat bersamaan, Susi menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia dengan Timor Leste telah menandatangani perjanjian joint communique.

Baca juga : Menteri Susi: Sejak 2014, 363 Kapal Illegal Fishing Ditenggelamkan

 

Perjanjian itu memungkinkan kedua negara yang terlibat untuk menindak pelaku illegal fishing yang ketahuan melakukan hal tersebut di wilayah perairan keduanya.

Susi juga mengungkapkan, perjanjian yang sama telah dilakoni Indonesia dengan negara-negara lain, seperti Papua Nugini, Australia, Norwegia, dan Fiji.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengenai sanksi yang diberikan pemerintah Indonesia, dari data terakhir, sudah ada 363 kapal yang ditenggelamkan karena terbukti melakukan illegal fishing di Indonesia sejak Oktober 2014.

Dia turut menjelaskan, hukuman menenggelamkan kapal di Indonesia merupakan amanah Undang-Undang. Namun, sanksi bagi pelaku illegal fishing tidak hanya dengan penenggelaman kapal.

Baca juga : Susi: Pemberantasan Illegal Fishing Bikin Stok Ikan Naik Jadi 12,5 Juta Ton

"Bisa juga dipakai untuk kepentingan lain, misalnya disita untuk negara, untuk museum, untuk pendidikan, untuk bahan latihan, itu juga boleh. Intinya, kami berkomitmen mereka harus merasakan hukuman yang seberat-beratnya," ujar Susi.

Kompas TV Terlibat Pencurian Ikan, 239 Nelayan Vietnam Dipulangkan
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.