Lakukan Perencanaan Keuangan Berikut agar Liburan Tak Hanya Jadi Wacana

Kompas.com - 05/12/2017, 12:00 WIB
Ilustrasi liburan keliling dunia THINKSTOCK.COMIlustrasi liburan keliling dunia
EditorAprillia Ika

KOMPAS.com - Penat dan jenuh adalah dua hal yang akan dirasakan setelah bekerja dalam beberapa bulan. Kadang juga muncul rasa tidak lagi mencintai pekerjaan.

Jika Anda mendapati tanda-tanda seperti ini, kini saatnya memanfaatkan waktu untuk pergi berlibur.

Berlibur bisa dikatakan sebagai kebutuhan. Pergi berlibur juga mampu menghilangkan penat, jenuh, stres, dan mampu menyegarkan jiwa baik jasmani maupun rohani.

Alhasil, Anda akan semangat lagi untuk memulai pekerjaan sepulangnya dari liburan.

Baca juga : Generasi Milenial, Pilih Liburan atau Beli Properti?

Akan tetapi, berlibur bukanlah sesuatu yang mudah mengingat adanya dana yang dibutuhkan. Inilah yang menjadi faktor penghambat ketika seseorang ingin pergi berlibur.

Agar rencana liburan segera terealisasi, lakukan perencanaan keuangan di bawah ini.

1.Tentukan Destinasi Liburan

Pertama-tama yang harus Anda lakukan adalah menentukan destinasi liburan. Setelah itu, tentukan kapan dan berapa lama akan pergi berlibur. Mengapa? Karena komponen ini akan menentukan berapa budget yang dibutuhkan selama liburan.

Destinasi liburan tidak hanya terpatok di satu kota saja. Anda bisa pergi ke beberapa kota yang jaraknya berdekatan. Atau mampir ke negara tetangga yang jaraknya tidak terlalu jauh. Itu semua terserah Anda.

Akan tetapi, menghabiskan liburan ke negara tetangga tentu membutuhkan biaya yang lebih besar.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Whats New
Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Whats New
KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

Whats New
Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

Whats New
Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Whats New
PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

Whats New
Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Whats New
Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Whats New
Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Whats New
LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

Whats New
Sri Mulyani:  Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Sri Mulyani: Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Rilis
Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Rilis
BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

Whats New
Ini yang Terjadi pada Reksa Dana saat Indeks LQ45 dan IDX30 Dievaluasi

Ini yang Terjadi pada Reksa Dana saat Indeks LQ45 dan IDX30 Dievaluasi

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X