Bos First Travel Mengaku Tetap Ingin Berangkatkan Jemaah Umrah

Kompas.com - 05/12/2017, 14:18 WIB
Rapat kreditur perkara penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) First Travel, di Pengadilan Niaga, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2017). Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Rapat kreditur perkara penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) First Travel, di Pengadilan Niaga, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2017).
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur PT First Anugerah Karya Wisata alias First Travel Andika Surachman meminta maaf kepada para calon jamaah umrah.

Mengutip Kontan.co.id, hal itu dia sampaikan dalam rapat kreditur di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Selasa (5/12/2017).

"Bukakan pintu maaf sebesar-besarnya atas penundaan pemberangkatan ke tanah suci. Mohon maaf sebesar-besarnya dari lubuk saya paling dalam," katanya.

Andika mengaku dia dan sang istri Annisa Hasibuan tidak memiliki niat sedikit pun untuk tidak memberangkatkan para jamaah ke tanah suci. Sehingga, pihaknya berharap adanya perdamaian dalam proses restrukturisasi utang (PKPU).

"Sebab hal ini merupakan tanggung jawab kami di akhirat kelak. Terlepas saya akan dipenjara, saya masih punya keinginan untuk memberangkatkan bapak ibu jamaah sekalian," tambah Andika.

"Hukuman di dunia telah kami terima, maka perkenankan kami memberangkatkan jamaah semua," imbuhnya.

Namun sayangnya, dalam penyampaian di rapat kreditur baik Andika dan Annisa tidak menjelaskan jaminan pemberangkatan itu sendiri baik dari vendor maupun investor.

Pasalnya, hingga saat ini pihak perusahaan tidak membawa proposal perdamaian yang baru. Adapun sampai saat ini rapat kreditur masih terus berlangsung.

 

Berita ini diambil dari Kontan.co.id dengan judul: Andika First Travel: Bukakan pintu maaf pada kami

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X