Kementerian BUMN Bantah Isu Holding Sebabkan Pengurangan Pegawai

Kompas.com - 05/12/2017, 16:48 WIB
Staf Khusus Menteri BUMN Wianda Pusponegoro KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Staf Khusus Menteri BUMN Wianda Pusponegoro
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Wianda Pusponegoro, membantah isu yang menyatakan holding BUMN berimplikasi pada rasionalisasi atau efisiensi pegawai.

Konsep holding BUMN adalah menggabungkan sejumlah BUMN yang bergerak di bidang yang sama dalam rangka menguatkan proses bisnis dan memberi manfaat lebih bagi masyarakat.

"Sama sekali kami enggak ngomong rasionalisasi. Bahkan, yang terjadi dengan holding semen sebelumnya tidak ada. Holding perkebunan tidak ada," kata Wianda saat ditemui usai acara diskusi di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Selasa (5/12/2017).

Sebaliknya sebut Wianda, holding BUMN akan membuka peluang-peluang baru yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh pegawai di BUMN yang menjadi anggotanya.  Dia menyebut, akan terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja dari proyek-proyek yang nantinya dikerjakan oleh holding BUMN tertentu, misalkan holding BUMN tambang.

Baca juga : Menteri BUMN: Holding Migas Selesai 3 Bulan Lagi

"Justru, kami mau membuat project yang bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak. Mendatangkan permintaan yang lebih besar," tutur Wianda.

Manfaat lain yang bisa dirasakan pekerja di BUMN anggota holding adalah peningkatan kapasitas dan kapabilitas dari segi kualitas sumber daya manusia. Pekerja atau pegawai di satu BUMN bisa ditugaskan ke BUMN lain sehingga kemampuannya bisa berkembang dan pegawai yang dimaksud pada akhirnya memiliki nilai tambah.

"Ada peningkatan skill, pengetahuan, dan kemampuan. Itu bisa mengembangkan mereka menjadi SDM yang lebih andal," ujar Wianda.

Kompas TV Tidak berhenti di penggabungan BUMN pertambangan, pemerintah juga terus melaju dengan penggabungan Bank BUMN.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.