Kompas.com - 08/12/2017, 12:45 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno Usai Membagikan Paket Sembako Ramadhan Berbagi di Jalan Rawa Bebek, Kelurahan Penjaringan Jakarta Barat (13/06). KOMPAS.com/ MOH NADLIRMenteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno Usai Membagikan Paket Sembako Ramadhan Berbagi di Jalan Rawa Bebek, Kelurahan Penjaringan Jakarta Barat (13/06).
|
EditorAprillia Ika

KOMPAS.com - Proses pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor minyak dan gas (Migas) sudah mendekati tahap akhir dan diperkirakan akan selesai pada triwulan pertama 2018.

Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) mengenai holding migas, yang bakal jadi landasan pembentukan itu, sekarang telah melalui proses harmonisasi. Sedangkan kajian bersama Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan tentang holding pun telah dimutakhirkan dan sedang dalam proses penyelarasan final.

Baca juga : Indef: Publik Harus Dapat Kejelasan soal Holding BUMN

“Diharapkan pada Triwulan I tahun 2018 semua proses Holding BUMN Migas akan selesai,” tegas Menteri BUMN Rini Soemarno melalui keterangan resminya, Jumat (8/12/2017).

Pembentukan holding migas dilakukan untuk meningkatkan daya saing BUMN dalam rangka menghadapi berbagai tantangan di sektor migas.

Beberapa tantangan itu asalah proyeksi peningkatan kebutuhan gas yang mencapai 5 kali lipat di tahun 2050, ketergantungan pada impor gas, harga gas yang relatif tinggi dan ketidakseimbangan sumber gas diharapkan dapat diatasi oleh pemerintah di masa yang akan datang.

Baca juga : Akuisisi Pertagas ke PGN, Langkah Awal Holding Migas

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, dengan kombinasi keseimbangan BBM dan gas diharapkan ketahanan energi akan lebih baik.

Skema holding BUMN industri migas terdiri atas PT Pertamina (Persero) sebagai induk holding dengan kepemilikan saham 100 persen dimiliki oleh Negara yang akan menguasai PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sebagai anak holding melalui pengalihan 57 persen kepemilikan saham.

Strategi pelaksanaan holding migas di jangka pendek yaitu quick wins dengan mengintegrasikan PT Pertamina (Persero) dan PT PGN (Persero) Tbk yang dilanjutkan sinergi operasional dan komersial di jangka menengah dan panjang.

Baca juga : Holding Migas Demi Pemerataan Pembangunan Pipa Gas di Tanah Air

PT PGN (Persero) Tbk, akan menjadi tangan PT Pertamina (Persero) dalam melaksanakan kegiatan bisnis midstream dan downstream gas, termasuk transmisi dan distribusi gas alam.

Selain itu, dengan adanya PT PGN (Persero) Tbk sebagai anak holding PT Pertamina (Persero), diharapkan BUMN Holding akan memiliki struktur neraca keuangan yang lebih kuat, sehingga memperlancar tugas PT Pertamina (Persero) sebagai BUMN Energi untuk mewujudkan upaya Pemerintah dalam program Ketahanan Energi.

Baca juga : Direktur Hulu Pertamina: Untuk Ketahanan Energi, Contohlah Jepang...

Kompas TV Jumlah aset yang mencapai sekitar Rp 88 triliun akan memudahkan holding mendapat pembiayaan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.