Disubsidi, Tarif Tiket LRT Jabodebek Dipatok Rp 12.000

Kompas.com - 09/12/2017, 10:20 WIB
Stasiun Jakabaring yang menjadi salah satu stasiun pada proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang, Kamis  (26/10/2017).Kompas.com / Dani Prabowo Stasiun Jakabaring yang menjadi salah satu stasiun pada proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang, Kamis (26/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebutkan tarif tiket kereta api ringan atau Light Rail Transit ( LRT) Jabobedebek disepakati sebesar Rp 12.000 per penumpang. 

Tarif tiket tersebut disepakati setelah pemerintah akan menyubsidi tiket selama 12 tahun. 

"Bayangan kami karcis tanpa subsidi itu dua kali lipat Rp 25.000 per penumpang. Jadi gapnya kita subsidi, setelah dihitung ada gap berapa itu kita bayar. Gambarannya terhadap satu orang Rp 12.000," ujar Budi Karya di Jakarta, Jumat (8/12/2017). 

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) mengungkapkan, Kementeriannya akan memberikan subsidi total sebesar Rp 16 trilun.  Dengan begitu, Kementerian Perhubungan akan menanggung Rp 1,33 triliun setiap tahun selama 12 tahun. 

"Minggu ini kita selesaikan perjanjian (subsidi tiket)," kata dia.

Meski demikian, tambah Budi Karya, setelah 12 tahun subsidi ?tarif tiket LRT Jabodebek akan dikenakan normal. Selain itu, tarif tiket LRT Jabodebek akan mengalami kenaikan setiap tahunnya setelah masa subsidi 12 tahun. 

"Ada kenaikan (setelah subdisi). kita perkirakan naik setahun 5 persen," pungkas dia. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorBambang Priyo Jatmiko

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X