Ungkapan Syukur Nelayan Pulau Terluar atas BBM Satu Harga

Kompas.com - 09/12/2017, 12:14 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

BENGKULU, KOMPAS.com - Rafly Kaitora (65), warga Pulau Enggano, tersenyum lepas. Ia baru saja membeli 10 liter solar di SPBU di Pulau Enggano, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Jumat (8/12/2017).

"Ini solar untuk keperluan melaut, ini untuk pertama kalinya kami warga Pulau Enggano dapat menikmati BBM seharga di kota," jelas Rafly.

Jumat (8/12/2017), SPBU milik Pertamina resmi beroperasi di pulau terluar Provinsi Bengkulu itu. Rencananya SPBU itu diresmikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan. Namun faktor cuaca menyebabkan menteri membatalkan penerbangannya dari Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, ke Pulau Enggano.

Rafly menjelaskan, selama ini warga pulau membeli BBM termasuk solar dengan harga cukup tinggi berkisar Rp 17. 000u, sedangkan Premium berkisar Rp 13.000 hingga Rp 15.000.

"Ini kejadian bersejarah sepanjang usia saya 65 tahun, harga BBM di Pulau Enggano sama dengan di kota. Kami berterimakasih pada Presiden Joko Widodo dan pemerintah," tukas Rafly.

BBM bagi warga pulau tersebut merupakan barang yang mahal. Sehingga kebijakan BBM satu harga akan membuat pengeluaran nelayan berkuranga. Ia jelaskan dalam sebulan satu kapal nelayan menghabiskan solar sekitar 50 liter.

"Umumnya pengeluaran terbesar nelayan adalah bahan bakar, dengan kebijakan satu harga maka pengeluarn BBM nelayan dapat ditekan hingga 50 persen, ini sangat membantu," jelasnya.

Sementara itu Menteri Ignasius Jonan yang sejatinya hendak meresmikan SPBU di Pulau Enggano karena kendala cuaca dan membatalkan penerbangan. Persemian dilakukan secara simbolik di Bandara Fatmawati Soekarno di Bengkulu dengan penandatanganan batu prasasti.

Sejauh ini terdapat 37 titik lembaga penyalur BBM satu harga, target hingga 2019 mencapai 154 titik.

"Jadi satu titik itu per kecamatan, jadi sekarang masih ada 117 kecamatan lagi yang harus diadakan fasilitas supaya BBM bisa satu harga, ini harus dikerjakan oleh pertamina sampai 2019," jelas Jonan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.