Setelah Singapura, Perlindungan Tenaga Kerja Merambah Malaysia

Kompas.com - 10/12/2017, 10:08 WIB
Ilustrasi pekerja thikstockphotosIlustrasi pekerja
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pekerja migran Indonesia di Singapura kini dapat menikmati jaminan perlindungan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Hal itu terjadi setelah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menandatangani nota kesepahaman dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Sabtu (9/12/2017).

(Baca juga : Resmi, BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Pekerja Indonesia di Singapura)

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, pihaknya telah membidik pekerja migran Indonesia diegara lain untuk dilindungi jaminan sosial.

"Dalam waktu dekat, kami akan mengimpelemtasikan ke Malaysia," kata Agus seusai penandatanganan nota kesepahaman.

Berdasarkan data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Malaysia merupakan negara dengan jumlah pekerja migran Indonesia terbesar di dunia.

Setelah Malaysia, negara dengan jumlah pekerja migran Indonesia terbesar adalah Taiwan, Hongkong, dan Singapura.

Terkait alasan pemilihan Singapura sebagai negara pertama dengan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Agus mengatakan bahwa hal itu disebabkan rapinya data yang dimiliki pihak KBRI di Singapura.

"KBRI Singapura telah mempunyai database (basis data) berbasis teknologi digital sehingga mudah disinergikan dengan data yang kami miliki," ujar Agus.

Namun, ia memastikan, kelak sistem teknologi digital itu bakal diterapkan pada negara-negara lain. Termasuk, Malaysia yang memiliki pekerja migran Indonesia terbanyak di dunia.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Singapura I Ngurah Swajaya mengatakan, pihaknya berupaya menciptakan konsep Smart Embassy sehingga data pekerja migran tersimpan dengan baik.

"Dengan hadirnya BPJS Ketenagakerjaan di sini (Singapura), para pekerja dapat menikmati nilai tambah lebih dari asuransi biasa. Kini, ada jaminan hari tua dan jaminan kematian," ucap Swajaya.

Per 1 Agustus 2017, BPJS Ketenagakerjaan mengemban tugas baru sebagai penyelenggara program perlindungan bagi pekerja migran Indonesia di seluruh dunia.

Perlindungan untuk para pekerja sendiri dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Rilis
Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Whats New
Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Whats New
Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Whats New
Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Whats New
InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

Rilis
Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Whats New
Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Whats New
Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Whats New
Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Whats New
GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

Rilis
'Travel Bubble' Indonesia-Singapura, Sandiaga Uno: Tahap Awal 50-100 Wisatawan

"Travel Bubble" Indonesia-Singapura, Sandiaga Uno: Tahap Awal 50-100 Wisatawan

Whats New
Kerap Dipandang Negatif, Apa Itu Outsourcing?

Kerap Dipandang Negatif, Apa Itu Outsourcing?

Work Smart
Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Earn Smart
Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.