Uni Eropa Keluarkan Daftar Hitam 17 Negara Surga Pajak

Kompas.com - 11/12/2017, 06:01 WIB
|
EditorErlangga Djumena

LONDON, KOMPAS.com - Uni Eropa menerbitkan daftar hitam berisi 17 negara yang dinyatakan sebagai  surga pajak (tax havens).

Pihak Uni Eropa menyebut negara-negara tersebut tidak kooperatif terkait urusan perpajakan. Mereka melakukan praktik pajak yang tak adil atau tidak membagikan informasi keuangan penting dengan Uni Eropa.

Mengutip CNN Money, Senin (11/12/2017), Uni Eropa pun menyatakan negara-negara tersebut akan dikenai pengukuran dan penalti terkait kebijakan luar negeri, hubungan ekonomi, dan kerja sama pembangunan. Beberapa negara yang dimaksud antara lain Korea Selatan, Barbados, Saint Lucia, Bahrain, Panama, dan Uni Emirat Arab.

Penalti yang akan dijatuhkan dapat termasuk di antaranya adalah kewajiban dokumen khusus dan penilaian pajak. Negara-negara Uni Eropa juga diminta melakukan audit dan memonitor transaksi dengan negara-negara yang dimaksud.

Baca juga : Ini 5 Negara Surga Pajak Dunia

Uni Eropa telah berupaya melawan penghindaran pajak dalam beberapa tahun terakhir setelah beberapa kasus tingkat tinggi terpublikasi. Yang terakhir adalah Paradise Papers atau Dokumen Surga.

Dalam dokumen tersebut, sejumlah korporasi, pemimpin pemerintahan, dan orang-orang tersohor menggunakan akun offshore atau di luar negeri untuk menghindari pajak atau menyembunyikan aset mereka.

Tahun lalu, Uni Eropa mengajukan aturan baru yang mendorong perusahaan-perusahaan multinasional yang beroperasi di kawasan itu untuk membeberkan rincian mengenai operasi mereka di surga-surga pajak. Perusahaan-perusahaan itu juga harus merangkum besaran pajak yang harus mereka bayar di negara-negara di seluruh dunia.

Berikut ini adalah daftar 17 negara yang dianggap sebagai surga pajak oleh Uni Eropa.
1. Samoa Amerika
2. Bahrain
3. Barbados
4. Grenada
5. Guam
6. Korea Selatan
7. Makau
8. Kepulauan Marshall
9. Mongolia
10. Namibia
11. Palau
12. Panama
13. Saint Lucia
14. Samoa
15. Trinidad dan Tobago
16. Tunisia
17. Uni Emirat Arab


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber CNN Money


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sri Mulyani Sebut Ekonomi Dunia Bakal Resesi pada 2023

Sri Mulyani Sebut Ekonomi Dunia Bakal Resesi pada 2023

Whats New
Rupiah Kian Tertekan, Dekati Rp 15.200 Per Dollar AS

Rupiah Kian Tertekan, Dekati Rp 15.200 Per Dollar AS

Whats New
Erick Thohir Tebar Pendanaan untuk Startup Pangan, Kesehatan, dan Energi

Erick Thohir Tebar Pendanaan untuk Startup Pangan, Kesehatan, dan Energi

Whats New
SPBU Vivo Akhirnya Naikkan Harga Revvo 89 Jadi Rp 11.600 Per Liter, Simak Rinciannya

SPBU Vivo Akhirnya Naikkan Harga Revvo 89 Jadi Rp 11.600 Per Liter, Simak Rinciannya

Whats New
Potongan Biaya Aplikasi Ojol di Atas 15 Persen, Kemenhub: Jika Melanggar Akan Ditindak

Potongan Biaya Aplikasi Ojol di Atas 15 Persen, Kemenhub: Jika Melanggar Akan Ditindak

Whats New
Mudahkan Pelanggan Cek Pemakaian Gas, PGN Gandeng PT Inti Kembangkan Smart Meter

Mudahkan Pelanggan Cek Pemakaian Gas, PGN Gandeng PT Inti Kembangkan Smart Meter

Rilis
Didorong Bisnis 'E-commerce', Pasar 'Data Center' RI Diproyeksi Mencapai 2,4 Miliar Dollar AS Pada 2027

Didorong Bisnis "E-commerce", Pasar "Data Center" RI Diproyeksi Mencapai 2,4 Miliar Dollar AS Pada 2027

Rilis
Ramai Esteh Indonesia Somasi Konsumennya, Ini Kata Pakar Marketing

Ramai Esteh Indonesia Somasi Konsumennya, Ini Kata Pakar Marketing

Whats New
Financial Freedom yang Sedang Tren di Kalangan Anak Muda

Financial Freedom yang Sedang Tren di Kalangan Anak Muda

Earn Smart
Turun Rp 2.000, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Turun Rp 2.000, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Ikuti Wall Sall Street, IHSG Dibuka Merah

Ikuti Wall Sall Street, IHSG Dibuka Merah

Whats New
Cek Tabel Iuran BPJS Ketenagakerjaan BPU atau Perorangan 2022

Cek Tabel Iuran BPJS Ketenagakerjaan BPU atau Perorangan 2022

Whats New
Sri Mulyani: 523 Pemda Sudah Anggarkan Rp 3,4 Triliun buat Bansos

Sri Mulyani: 523 Pemda Sudah Anggarkan Rp 3,4 Triliun buat Bansos

Whats New
Sebut Ekonomi 2023 Akan Gelap, Jokowi: Saya Menyimpulkan Perang Rusia-Ukraina Akan Lama

Sebut Ekonomi 2023 Akan Gelap, Jokowi: Saya Menyimpulkan Perang Rusia-Ukraina Akan Lama

Whats New
Belanja Kompensasi dan Subsidi Capai Rp 244,6 Triliun, Mayoritas untuk Bayar BBM dan Energi

Belanja Kompensasi dan Subsidi Capai Rp 244,6 Triliun, Mayoritas untuk Bayar BBM dan Energi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.