Stok dan Harga Pangan di Medan Aman

Kompas.com - 12/12/2017, 18:27 WIB
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi (tengah berkemeja batik) meninjau ketersediaan daging sapi di Medan menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Badan Ketahanan Pangan KementanKepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi (tengah berkemeja batik) meninjau ketersediaan daging sapi di Medan menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.
|
EditorJosephus Primus

MEDAN, KOMPAS.COM - Stok dan harga pangan kebutuhan pokok di Medan, Sumatera Utara aman. Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi usai rapat koordinasi pangan di Medan hari ini.

Secara umum, kata Agung, ketersediaan beras, jagung, minyak goreng, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging dan telur ayam ras surplus. "Jadi, aman," katanya.

Kendati begitu, ada dua komoditas yang stoknya defisit yakni kedelai dan daging sapi. "Keduanya dipenuhi dengan cara impor," tuturnya.

Lantas, kondisi stok gula pasir yang juga defisit bisa dipenuhi dengan cara carry over produksi bulan sebelumnya yang ternyata surplus. "Jadi, selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN)-Tahun Baru, semua diprediksi aman," imbuhnya.

Data

Agung lebih lanjut memaparkan data bahwa kekurangan daging sapi diantisipasi dengan penyediaan daging sapi maupun kerbau sekitar 70,66 ribu ton. Rinciannya, sapi siap potong lokal ada 173,99 ribu ekor atau setara dengan 29,60 ribu ton.

Kemudian, ada sapi siap potong eks-impor 55,29 ribu ekor atau setara dengan 11,0 ribu ton. "Stok daging sapi di 57 gudang importir ada 11,25 ribu ton dan stok daging kerbau di Bulog 18,81 ribu ton," kata Agung.

"Dengan total kebutuhan bulan Desember sekitar 50,5 ribu ton, maka masih terdapat surplus sekitar 20,18 ribu ton," tambah Agung.

Sedangkan, dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kemendag, Kasan, mengatakan, perlunya melakukan pemantauan dan melaporkan perkembangan harga pangan, serta hambatan distribusi dan jumlah stok.

"Kita juga perlu memastikan bahwa pelaku usaha tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan tidak menimbun barang," ujar Kasan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X