Kompas.com - 12/12/2017, 20:18 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) meresmikan Prodia Senior Health Centre (PSHC) sebagai pusat layanan kesehatan menyasar segmen masyarakat usia lanjut.

Hal ini sebagai inisiatif Prodia untuk memberikan pelayanan kesehatan berkualitas bagi para pelanggan usia lanjut dengan tujuan meningkatkan kebugaran dan stamina di usia lanjut, sehingga terhindar dari penyakit degenerative ataupun komplikasinya.

"Prodia Senior Health Centre menyediakan fasilitas dan layanan kesehatan khusus bagi para pelanggan usia lanjut agar selalu sehat, aktif dan mandiri," sebut Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, dalam siaran pers, Selasa (12/12/2017).

Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2014 menunjukkan, penduduk lansia di Indonesia berjumlah sekitar 20 juta jiwa atau setara dengan 8,03 persen dari seluruh penduduk Indonesia.

Baca juga : Melantai di Bursa, Prodia Siap Kembangkan Jaringan

Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah menjadi 40 juta jiwa pada tahun 2030. Perkembangan proporsi penduduk lansia pun diperkirakan akan meningkat 13 persen pada tahun 2025 dan 25 persen pada tahun 2050.

PSHC sendiri  menyediakan program layanan kesehatan antara lain meliputi penyuluhan kesehatan dan perilaku hidup sehat, deteksi dini dan pemantauan kesehatan pelanggan usia lanjut, layanan fisioterapi dan rehabilitasi medik, akupunktur, vaksinasi, hingga layanan konsultasi dari dokter-dokter spesialis.

Selain itu, sebut dia, PSHC juga dilengkapi dengan layanan home care, dan senior health activity seperti senam, games mengasah otak, dan membuat kerajinan tangan.

Ke depannya, PSHC berencana untuk mengembangkan sarana dan fasilitas yang ramah bagi demensia (dementia care). Demensia merupakan penurunan kemampuan fungsi otak, dan diketahui merupakan penyebab kematian ke-4 setelah penyakit jantung, kanker dan stroke.

Berdasarkan informasi dari Alzheimer’s Disease International, Indonesia termasuk dalam daftar sepuluh negara dengan demensia tertinggi di dunia dan di Asia Tenggara pada 2015 dengan jumlah penderita demensia diperkirakan sebesar 1,2 juta jiwa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masyarakat dapat Kelola Sampah Plastik Rumah Tangga untuk Dukung Ekonomi Sirkular

Masyarakat dapat Kelola Sampah Plastik Rumah Tangga untuk Dukung Ekonomi Sirkular

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
 Harga Minyak WTI Turun di Bawah 90 Dollar AS Per Barrel, Terendah dalam 6 Bulan

Harga Minyak WTI Turun di Bawah 90 Dollar AS Per Barrel, Terendah dalam 6 Bulan

Whats New
Jelang 'BUMN Legal Summit 2022', Kementerian BUMN Edukasi Mahasiswa Hukum

Jelang "BUMN Legal Summit 2022", Kementerian BUMN Edukasi Mahasiswa Hukum

Whats New
Transformasi Erajaya, dari Jualan Ponsel, Kini Fokus Jadi 'Lifestyle Smart Retailer' Terbesar di Asteng

Transformasi Erajaya, dari Jualan Ponsel, Kini Fokus Jadi "Lifestyle Smart Retailer" Terbesar di Asteng

Whats New
Ketidakpastian Global Tidak Buat Warren Buffett Berhenti Borong Saham-saham Ini

Ketidakpastian Global Tidak Buat Warren Buffett Berhenti Borong Saham-saham Ini

Whats New
Kementerian PUPR Terima Anggaran Rp 125,2 Triliun, Ini Agenda Kerjanya

Kementerian PUPR Terima Anggaran Rp 125,2 Triliun, Ini Agenda Kerjanya

Whats New
Menhub Minta Maskapai Tak Kenakan Tarif Tinggi Tiket Pesawat

Menhub Minta Maskapai Tak Kenakan Tarif Tinggi Tiket Pesawat

Whats New
[POPULER MONEY] Token ASIX Anang Tak Masuk Kripto Terdaftar | Jokowi: Fundamental Ekonomi RI Baik

[POPULER MONEY] Token ASIX Anang Tak Masuk Kripto Terdaftar | Jokowi: Fundamental Ekonomi RI Baik

Whats New
Target Pendapatan Negara 2023 Dipatok Rp 2.443,6 Triliun, Paling Besar dari Perpajakan

Target Pendapatan Negara 2023 Dipatok Rp 2.443,6 Triliun, Paling Besar dari Perpajakan

Whats New
Token Tadpole Finance Resmi Jadi Aset Kripto Terdaftar di Bappebti

Token Tadpole Finance Resmi Jadi Aset Kripto Terdaftar di Bappebti

Rilis
Genjot Pemulihan Ekonomi Nasional, Puan Minta Pemerintah Pertajam Insentif Pajak

Genjot Pemulihan Ekonomi Nasional, Puan Minta Pemerintah Pertajam Insentif Pajak

Whats New
Hadapi Ancaman Resesi Global, Wakil Ketua MPR: RI Termasuk Negara yang Fundamental Perekonomiannya Kuat

Hadapi Ancaman Resesi Global, Wakil Ketua MPR: RI Termasuk Negara yang Fundamental Perekonomiannya Kuat

Whats New
APBN 2023 Lebih Banyak Dikucurkan Buat Infrastruktur, Pendidikan, hingga Bansos

APBN 2023 Lebih Banyak Dikucurkan Buat Infrastruktur, Pendidikan, hingga Bansos

Whats New
Perumnas Gandeng IPB Sediakan Hunian Bagi Tenaga Pendidik

Perumnas Gandeng IPB Sediakan Hunian Bagi Tenaga Pendidik

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.