Menyimak Perkembangan "Online to Offline" di Mal

Kompas.com - 14/12/2017, 09:45 WIB
Ilustrasi ritel modern www.shutterstock.comIlustrasi ritel modern
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah pelaku usaha kini sudah mulai gencar menerapkan konsep online to offline (O2O) di pusat-pusat perbelanjaan.

Perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen membuat pelaku usaha, terutama di mal, harus menyesuaikan diri, salah satunya dengan mengolaborasikan kedua konsep tersebut sebagai langkah win-win solution.

Pada Rabu (13/12/2017) kemarin, GoToMalls.com menyatakan pihaknya bekerja sama dengan PayPro sebagai penyedia fitur pembayaran e-wallet terintegrasi.

Melalui kerja sama itu, pengunjung mal bisa berbelanja secara nontunai, digantikan dengan dompet elektronik yang ada di ponsel mereka.

Baca juga: Mal Sepi, Daya Beli Turun?

"Setelah redeem kupon dan melakukan pembayaran menggunakan PayPro, smart shoppers dapat menikmati keuntungan ekstra berupa diskon tambahan maupun cashback," kata Chief Marketing Officer PayPro Adelheid Helena Bokau melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com pada Kamis (14/12/2017).

Sebagai langkah awal, pembayaran nontunai itu bisa dinikmati di Mal Alam Sutera di Tangerang. Mendorong konsumen menggunakan fitur pembayaran nontunai berikut dengan diskon dan promosi yang diberikan dinilai dapat meningkatkan penjualan di merchant-merchant offline.

Salah satu pengunjung mal yang mulai beralih ke sistem pembayaran nontunai, Ana, mengaku awalnya ragu menggunakan sistem itu yang termasuk baru. Namun, setelah dia mengunduh aplikasi tersebut di ponselnya, Ana langsung merasakan manfaat tambahan bagi dirinya ketimbang menggunakan uang tunai seperti biasanya.

"Saya pakai OVO yang punya Lippo, itu di mal 8 jam bayar parkir cuma Rp 1. Lumayan banget kan," tutur Ana secara terpisah.

Selain bayar parkir kendaraan yang jauh lebih murah dari tarif pada umumnya, Ana juga senang ada promo cashback setiap dia berbelanja di merchant pusat perbelanjaan milik Lippo. Termasuk dengan promo cashback di gerai makanan dan minuman yang nilainya cukup besar sehingga bisa menghemat pengeluaran.

Pengunjung mal lainnya, Marisa, mengaku sudah tahu dari lama tentang konsep online to offline yang kini mulai ramai digunakan. Dia juga sudah diajak oleh kakaknya untuk beralih menggunakan sistem itu karena lebih banyak keuntungan.

"Mungkin nanti saya mau coba, soalnya masih awam banget sama yang kayak gitu-gitu. Kayaknya sih memang bagus ya," ujar Marisa.

Penerapan O2O di pusat-pusat perbelanjaan makin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi yang menopang kegiatan e-commerce. Pemerintah melalui sejumlah lembaga dan kementerian terkait saat ini sedang meramu kebijakan untuk menerapkan aturan main kegiatan e-commerce, termasuk skema pengenaan pajaknya.

Kompas TV Perusahaan jual beli online alias e-commerce milik pengusaha Jack Ma, Alibaba, kembali bereskpansi di Asia.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X