Daripada Bergosip, Suci Berbuat Ini - Kompas.com

Daripada Bergosip, Suci Berbuat Ini

Kompas.com - 14/12/2017, 15:49 WIB
Suci Minarsih (tengah) mengikuti pelatiha membuat cheese stick di Kompleks Terminal BBM Pertamina Patra Niaga Grup di Surabaya, Kamis (14/12/2017).KOMPAS.com/Josephus Primus Suci Minarsih (tengah) mengikuti pelatiha membuat cheese stick di Kompleks Terminal BBM Pertamina Patra Niaga Grup di Surabaya, Kamis (14/12/2017).

SURABAYA, KOMPAS.com - Suci Minarsih serius mencermati timbangan kecil di depannya. Ia menuangkan tepung kentang sedikit demi sedikit ke atas wadah timbangan.

Sesudah itu, giliran gula pasir yang dituangnya. "Harus pas ini, 60 gram," ujar perempuan berwajah bulat ini.

Berturut-turut, dia mencampur bahan berikutnya yakni telur dan parutan keju edam. Tangannya cekatan menguleni adonan berwarna kuning pekat. "Mau buat cheese stick saya," katanya semringah.

Bersama 22 perempuan lainnya, Suci memang mengikuti kursus membuat makanan camilan di Kompleks Terminal Bahan Bakar Minyak Pertamina Patra Niaga Grup Surabaya di kawasan Tanjung Perak. "Ini bagian dari CSR kami," kata Direktur Operasi Pertamina Patra Niaga Abdul Cholid dalam kesempatan itu.

Baca juga: Kisah Ahmad Mu?tamir, Petani Kentang dengan Omzet Ratusan Juta Rupiah

Para peserta kegiatan, termasuk Suci adalah istri-istri para Awak Mobil Tangki (AMT) Prima Perdana Mandiri, mitra Pertamina Patra Niaga. Para AMT bertugas mendistribusikan BBM ke berbagai wilayah di Jawa Timur khususnya dan Indonesia umumnya.

Lebih lanjut, Abdul Cholid mengatakan, kegiatan CSR bertujuan mengangkat kesejahteraan AMT dan keluarga.

Selain pelatihan seperti dialami Suci, ada juga CSR berbentuk pemberian beasiswa kepada anak AMT yang berprestasi, penanaman bakau di wilayah kerja Pertamina Patra Niaga, pemberian bantuan perlengkapan sekolah untuk anak AMT dan sebagainya. "Program ini untuk seluruh Indonesia," tutur Cholid.

Sementara itu, Suci yang saban hari punya tugas mengantar jemput anaknya ke sekolah mengaku senang ikut program tersebut.

"Di sekolah, daripada bergosip, mending saya jualan cheese stick. Kan lumayan, sekantung laku Rp 5.000, dapat duit saya," ucapnya dengan tawa berderai.


EditorErlangga Djumena
Close Ads X