Digitalisasi Dorong Pertumbuhan Pariwisata Indonesia - Kompas.com

Digitalisasi Dorong Pertumbuhan Pariwisata Indonesia

Kompas.com - 15/12/2017, 08:01 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya menerima Kartu Brizzi BRI dari Direktur Digital Banking & Teknologi Informasi Bank BRI Indra Utoyo, disaksikan oleh Direktur Utama  PT Telkom Alex J Sinaga,  dan Pemimpin Umum Media Andalas Sejahtera (IndoTelko Group) pada acara IndoTelko Forum bertema #DigitalizingWonderfulIndonesia, dalam rangkaian HUT IndoTelko.com ke-6 di Balai Kartini, Jakarta (Kamis/14 Desember 2017). Digitalisasi di sektor pariwisata menjadi salah satu energi mendatangkan 20 juta wisman pada 2019 mendatang.Dok. Menteri Pariwisata Arief Yahya menerima Kartu Brizzi BRI dari Direktur Digital Banking & Teknologi Informasi Bank BRI Indra Utoyo, disaksikan oleh Direktur Utama PT Telkom Alex J Sinaga, dan Pemimpin Umum Media Andalas Sejahtera (IndoTelko Group) pada acara IndoTelko Forum bertema #DigitalizingWonderfulIndonesia, dalam rangkaian HUT IndoTelko.com ke-6 di Balai Kartini, Jakarta (Kamis/14 Desember 2017). Digitalisasi di sektor pariwisata menjadi salah satu energi mendatangkan 20 juta wisman pada 2019 mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Digitalisasi terbulti mampu mendorong pertumbuhan pariwisata di Indonesia sejak 2014 hingga saat ini.

Program digitalisasi ini yakni dengan membuat slogan pariwisata baru, Wonderful Indonesia, serta membuka banyak destinasi wisata baru.

Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat membuka seminar Digitalizing Wonderful Indonesia yang diselenggarakan oleh IndoTelko Forum di Rafflesia Ballroom, Balai Kartini, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Penghargaan yang terbaru, media internasional The Telegraph menobatkan Indonesia masuk ke dalam kelompok Top 20 Fastest Growing Travel Destination in The World.

Menurut Arief, dalam penghargaan tersebut Indonesia mengalahkan Malaysia, Singapura dan Thailand.

Baca juga : Animasi Bisa Jadi Sarana untuk Genjot Pariwisata

Data Kementerian Pariwisata menyebutkan, tahun ini jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia tumbuh 24 persen.

Sementara wisman Thailand naik 6,69 persen, Singapura tumbuh 3,83 persen, Malaysia hanya naik 0,87 persen.

Kenaikan wisman di Indonesia tersebut di atas rata-rata jumlah kunjungan wisman yang bepergian ke kawasan ASEAN sebesar 7 persen.

Data menunjukkan, lanjut Arief, sebanyak 70 persen orang di dunia search and share apapun menggunakan digital. Oleh sebab itu dia berfikir untuk membuat 100 destinasi wisata digital di Indonesia, yang harus Instagramable.

"Karena saya yakin keindahan objek wisata yang dibagikan di media sosial akan viral dan mendatangkan wisatawan yang juga netizen,” katanya.

Dukungan Stakeholders

Alex J. Sinaga, Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyatakan siap mendukung program Kementerian Pariwisata memperbanyak jumlah netizen yang datang ke Indonesia melalui infrastruktur telekomunikasi yang dimiliki perusahaannya.

Ia mencatat, sebanyak 73 persen pelancong di dunia sangat aktif menggunakan media sosial dan 87 persen pelancong memasukkan smartphone sebagai perangkat yang wajib dibawa ketika liburan.

“Sebanyak 70 persen lain pasti memosting foto-foto liburannya ke media sosial. Jadi memang industri pariwisata sangat tepat didigitalisasikan, “ kata Alex.

Indra Utoyo, Direktur Digital Banking dan Teknologi Informasi PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengatakan jika perbankan juga mempermudah transaksi yang dilakukan wisman. Untuk itu, BRI memiliki satelit yang bisa melayani transaksi hingga area terpencil.

“Kami buka API ke seluruh startup sektor transportasi, travel agent, tour operator, hotel, dan taman hiburan. Kami juga baru saja merilis edisi kartu kredit yang menampilkan 10 destinasi wisata baru Indonesia untuk membantu mempromosikan pariwisata,” jelas Indra.

Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT Angkasa Pura II menyatakan dirinya telah mendigitalisasikan layanan pada sebagian besar bandara yang dikelolanya.

“Dengan online check in, akan mempercepat antrean sehingga bertambah waktu bagi wisatawan untuk melakukan aktivitas lain di bandara seperti makan, belanja, ngopi yang berarti revenue buat kami,” katanya.

Gaery Undarsa, Chief Communication and Co Founder Tiket.com menuturkan, sejak pertama kali mendirikan perusahaan pemesanan tiket transportasi dan hotel online pada 2011 lalu, ia sudah menyadari bahwa kesulitan utama masyarakat untuk berlibur di Indonesia adalah minimnya informasi.

“Dengan aplikasi, maka orang akan lebih mudah membuat perencanaan liburan, membeli tiket, dan sebagainya. Sejak 2014 kemarin, 61 persen transaksi pemesanan tiket dilakukan melalui mobile. Ini akan terus meningkat,“ ujarnya.

Ia memperkirakan, nilai online booking industri pariwisata Indonesia sampai tahun 2025 bisa tembus 76 miliar dollar AS, dimana 85 persen travel market akan melalui online. Sementara saat ini 35 persen.

Doni Ismanto, Founder IndoTelko Forum dan Pemimpin Umum IndoTelko Group sebagai penyelenggara seminar Digitalizing Wonderful Indonesia menambahkan, digitalisasi di industri tersebut bisa berhasil jika ada komitmen, kolaborasi, dan kepercayaan diri para pelaku usahanya. (Ahmad Febrian)

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Digitalisasi dongkrak pariwisata Indonesia" pada Kamis (14/12/2017). 

Kompas TV Pada kuartal ketiga 2017, ekonomi Bali tumbuh sebesar 5 persen.


EditorAprillia Ika
Sumber
Close Ads X