Daftar Lengkap 21 Investasi Ilegal, Kampung Gajah Pailit, 5 Berita Populer Ekonomi

Kompas.com - 15/12/2017, 08:24 WIB
Taman Wisata Kampung Gajah Bandung Kontan/Dok Kampung GajahTaman Wisata Kampung Gajah Bandung
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

"Satgas Waspada Investasi meminta kepada masyarakat selalu berhati-hati dalam menggunakan dananya. Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima," ujar Tongam melalui keterangan resmi, Kamis (14/12/2017).

Baca juga : OJK Ungkap 21 Investasi Ilegal, Ini Daftarnya

2. Ini Karakter Pekerjaan yang Terancam Hilang akibat Tergerus Teknologi

Organisasi Perburuhan Internasional ( ILO) menemukan pekerjaan dengan katakteristik tertentu akan hilang di masa mendatang sebagai dampak dari perkembangan teknologi. Karakteristik tersebut adalah pekerjaan yang bersifat rutin.

" Pekerjaan yang rutin, manual, dan kognitif itu beresiko hilang digantikan dengan fungsi yang sama dari teknologi," kata ekonom ILO Owais Parray dalam acara Indonesia Jobs Outlook 2017 di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2017).

Baca juga : Ini Karakter Pekerjaan yang Terancam Hilang akibat Tergerus Teknologi

3. Kampung Gajah Bandung Dinyatakan Pailit

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Taman rekreasi yang terletak di Bandung, Jawa Barat, Kampung Gajah dinyatakan pailit.

Hal itu menyusul putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang mengabulkan permohonan pembatalan perdamaian yang diajukan Bank J Trust terhadap perusahaan pengelola taman wisata yang dibuka sejak 2009 itu, PT Cahaya Adiputra Sentosa (CAS).

Baca juga : Kampung Gajah Bandung Dinyatakan Pailit

4. Bitcoin Untungkan Korea Utara, Mengapa?

Para ahli dan otoritas menyatakan Korea Utara menggunakan bitcoin sebagai moda pembayaran uang tebusan dan tindak penyalahgunaan keuangan, termasuk pencurian.

"Adalah fakta bahwa Korea Utara telah menyerang pusat perdagangan mata uang virtual," kata Direktur Lembaga Keamanan Internet Korea Selatan Lee Dong-geun, seperti dikutip dari CNN Money, Kamis (14/12/2017).

Baca juga : Bitcoin Untungkan Korea Utara, Mengapa?

5. Menyimak Perkembangan "Online to Offline" di Mal

Sejumlah pelaku usaha kini sudah mulai gencar menerapkan konsep online to offline (O2O) di pusat-pusat perbelanjaan.

Perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen membuat pelaku usaha, terutama di mal, harus menyesuaikan diri, salah satunya dengan mengolaborasikan kedua konsep tersebut sebagai langkah win-win solution.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.