Jokowi Minta Petani, Nelayan, dan Peternak Diorganisir

Kompas.com - 16/12/2017, 20:17 WIB
Rizal mengecek telur pecah sebelum dipasarkan di peternakan miliknya, Pengasinan, Bogor, Jawa Barat,  Kamis  (12/10/1017). KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Rizal mengecek telur pecah sebelum dipasarkan di peternakan miliknya, Pengasinan, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/10/1017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Jokowi meminta kepada kader PDI-P agar mengorganisir petani, peternak, pelaku usaha kecil, dan nelayan diorganisir agar lebih sejahtera.

Ia menilai selama ini ketiganya belum sejahtera karena bekerja sendiri tanpa suatu organisasi yang menjamin kesejahteraannya. Ia pun meminta semuanya diorganisir dalam sebuah kelompok usaha gotong royong.

" Petani harus diorganisir. Nelayan, UKM diorganisir dalam kelompok usaha gotong royong. Tak mungkin sejahtera kalau kerja sendiri," kata Jokowi di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PDI-P di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang, Banten, Sabtu (16/12/2017).

Ia pun memberi contoh petani di Sukabumi yang diorganisir dalam kelompol besar. Sehingga petani di sana mampu menanam, menggiling, hingga menjual berasnya sendiri dengan kemasan bagus dan menarik minat pembeli.

Dengan demikian, petani di Sukabumi, kata Jokowi, bisa sejahtera sebab bisa memberi nilai tambah dari padi yang dihasilkannya menjadi produk beras bermutu tinggi.

Menurut Jokowi saat ini masih banyak petani yang hanya memikirkan proses tanam hingga menjadi gabah saja. Selebihnya dari beras hingga kemasannya tidak dipikirkan dan diserahkan ke tengkulak.

"Kita kerjakan mulai padi ditanam. Dipanen hasilkan gabah. Dieringkan, digiling, di-packaging dengan baik kemudian dipasarkan. Inilah sebenarnya keuntungan besar dari petani. Bukan dari budidaya tanamanya," lanjut dia.



EditorBambang Priyo Jatmiko

Close Ads X