Sri Mulyani Ajak Investor Ramaikan Kembali Bali

Kompas.com - 18/12/2017, 14:41 WIB
Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat acara penyerahan DIPA Tahun 2018 kepada menteri/pimpinan lembaga negara dan gubernur se-Indonesia di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017). KOMPAS.com/Fabian J. KuwadoPresiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat acara penyerahan DIPA Tahun 2018 kepada menteri/pimpinan lembaga negara dan gubernur se-Indonesia di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017).
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajak para investor yang sebelumnya sempat ragu untuk mengadakan kegiatan di Bali agar tidak berpikir seperti demikian lagi. Hal itu dikarenakan kondisi Gunung Agung yang berangsur kondusif dan adanya jaminan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahwa risiko erupsi gunung tersebut hanya berdampak di radius tertentu, bukan di seluruh wilayah Bali.

"Anda semua yang barangkali kemarin banyak mengubah destinasi akhir tahun, saya encourage untuk kembali lagi ke Bali. Saya sudah dapat jaminan bahwa akan aman," kata Sri saat jadi pembicara dalam acara Investor Gathering di gedung Kementerian Keuangan, Senin (18/12/2017) siang.

Selain untuk musim libur akhir tahun, Sri juga menyebut acara IMF (Dana Moneter Internasional) and Bank Dunia tetap pada rencana semula, yaitu diselenggarakan di Bali.

Menurut Sri,  investor tidak perlu khawatir untuk memilih Bali sebagai destinasi pariwisata maupun perjalanan kerja mereka.

"Saya berharap peserta Investor Gathering yang ada di sini, yang senang celebrate akhir tahun, tolong membelanjakannya di Bali atau destinasi lain yang oleh Bapak Presiden telah sampaikan," tutur Sri.

Baca juga : Luhut Pastikan Bali Aman untuk Berlibur

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho sebelumnya memastikan obyek-obyek wisata di Bali tetap aman. Sejumlah obyek wisata yang dimaksud di antaranya Tanah Lot, Sanur, Pantai Pandawa, Gunung Batur, Ubud, Pantai Kuta, Pantai Padang-Padang, Lovina, Dream Land, Nusa Dua, dan lainnya.

Menurut Sutopo, daerah yang dinyatakan berbahaya hanya di dalam radius 8 kilometer dan perluasan 10 kilometer di sektor utara-timur laut dan sektoral tenggara-selatan-barat daya. Penanganan di area rawan bencana juga sudah dilakukan dengan persiapan yang matang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X