Pemerintah: Hotspot dan Luas Kebakaran Hutan Terus Berkurang - Kompas.com

Pemerintah: Hotspot dan Luas Kebakaran Hutan Terus Berkurang

Kompas.com - 19/12/2017, 13:00 WIB
Ilustrasi: Kebakaran hutan melanda kawasan hutan di Desa Poko, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo Senin ( 14/8/2017) malam. Diduga sumber api berasal dari sisa pembakaran sampah yang dibakar seorang penderita gangguan jiwa.KOMPAS.com/Setyo Budiono Ilustrasi: Kebakaran hutan melanda kawasan hutan di Desa Poko, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo Senin ( 14/8/2017) malam. Diduga sumber api berasal dari sisa pembakaran sampah yang dibakar seorang penderita gangguan jiwa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, yaitu dari 2015 hingga 2017, jumlah titik api atau hotspot berikut dengan luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tercatat menurun. Tingkat penurunan hotspot maupun luas kebakaran saat ini sudah sampai pada level di atas 80 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Pada tahun 2015, kebakaran hutan masih tercatat sekitar 22.000 titik. Sementara tahun ini, jadi kurang dari 2.500 titik atau turun 89 persen," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya saat menghadiri Rapat Kerja Nasional Pencegahan Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan (Karhutla) 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2017).

Dia menyebutkan, luas area karhutla pada 2015 mencapai 2,6 juta hektare. Kemudian mengalami penurunan hingga 94 persen pada tahun 2016, yaitu menjadi 146.000 hektare.

Untuk di tahun 2017, berdasarkan data terakhir, total luas karhutla yang mengalami kebakaran kembali turun menjadi 125.000 hektare atau sekitar 15 persen dari tahun 2016. Jika ditotal, maka luas area karhutla yang terbakar dari tahun 2015 sampai 2017 mencapai 95 persen.

Baca juga: Malunya Kepala BNPB Lihat Indonesia Dihujat Karena Kebakaran Hutan

Pada saat bersamaan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan, pelaku usaha kehutanan dan perkebunan sawit agar terus menjaga kondisi lingkungan demi keberlanjutan usaha dan ekosistem untuk jangka panjang.

Darmin juga terus mengingatkan para pelaku usaha agar menerapkan standar pencegahan karhutla dengan pendekatan klaster dan berbasiskan masyarakat.

"Saya tugasnya pencegahan terhadap karhutla ini. Meskipun cuaca saat ini lebih basah, pemerintah bersama swasta harus tetap komit untuk menjaga pencegahan karhutla dan mentransformasi ekonomi sumber daya alam jadi hijau, rendah asap, dan rendah emisi," tutur Darmin.


EditorErlangga Djumena
Komentar
Close Ads X