Kuasa Hukum Aqua: Tak Ada Pelarangan Penjualan Produk Le Minerale

Kompas.com - 20/12/2017, 05:00 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Produsen air minum dalam kemasan merek Aqua, PT Tirta Investama dinyatakan bersalah oleh Komisi Pangawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait adanya dugaan persaingan usaha tidak sehat dengan PT Tirta Fresindo Jaya, produsen air minum dalam kemasan (AMDK) Le Minerale.

Kuasa hukum PT Tirta Investama Rikrik Rizkiyana mengatakan, ada beberapa fakta dan data yang diajukan pihak Aqua tidak menjadi bahan pertimbangan majelis dalam persidangan.

Rikrik mengatakan, salah satu yang menjadi pertentangan adalah pandangan terkait dugaan terjadinya praktik persaingan usaha tidak sehat, dimana Aqua dituduhkan bekerja sama dengan distributornya untuk melarang sejumlah toko menjual Le Minerale.

Baca juga : Dinyatakan Bersalah oleh KPPU, Aqua Dalami Hasil Putusan

"Padahal banyak hal yang kemudian menjadi bertentangan misalkan menurut kami permasalahan yaitu hanya terjadi di dua outlet dan itupun sudah dikonfirmasi bahwa ternyata tidak ada degradasi dalam konteks tidak mendapatkan hak-hak sebagai outlet dan itu sudah konfirmasi dan sudah dihadirkan," ujar Rikrik kepada Kompas.com, Selasa (19/12/2017) tengah malam.

Selain itu, KPPU juga telah mendefinisikan tuduhan persaingan usaha tidak sehat tersebut telah terjadi di pasar air mineral Jawa Barat.

"Kenapa kok KPPU ternyata melihat permasalahannya dengan sangat luas bahwa mendefinisikan pasarnya adalah pasar Jawa Barat, ini gimana orang kasus ini hanya terjadi di dua lokasi saja tetapi kemudian mengambil kesimpulan market definition-nya adalah Jawa Barat ya tidak bisa seperti itu dalam konteks studi persaingan usaha," kata Rikrik.

Baca juga : Aqua Vs Le Minerale, KPPU Nyatakan Aqua Bersalah

Dirinya memastikan, tuduhan yang disematkan kepada Aqua terkait pelarangan penjualan produk merek Le Minerale tidak terjadi.

"Tidak ada kesulitan bagi konsumen untuk mendapatkan produk produk Le Minerale yang ada di toko satu dengan toko yang lain dan konsumen bisa mencari itu dan enggak ada pelarangan-pelarangan itu," jelasnya.

Namun demikian, Rikrik mengatakan, pihaknya akan mendalami terlebih dahulu terkait putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menyatakan Aqua bersalah pada sidang yang berlangsung Selasa (19/12/2017).

Saat ini pihak Aqua belum menerima hasil putusan lengkap dari KPPU terkait dugaan praktik persaingan usaha tidak sehat.

"Belum tahu putusan lengkapnya seperti apa, jadi pihak Aqua sendiri belum memutuskan untuk keberatan atau tidak. Saat ini mendalami dulu hasil putusannya," ujar Rikrik kepada Kompas.com, Selasa (19/12/2017) tengah malam.

Kompas TV Selain itu, pedestrian ini juga dilengkapi dengan kran air siap minum yang tersedia di empat titik.  
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sama-sama Beri Utang ke Negara, Apa Beda IMF dan Bank Dunia?

Sama-sama Beri Utang ke Negara, Apa Beda IMF dan Bank Dunia?

Whats New
Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar BPJS Kesehatan, Bagaimana Realisasinya?

Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar BPJS Kesehatan, Bagaimana Realisasinya?

Whats New
Viral Isu Pencairan Kredit Tanpa Jaminan ke Pengusaha Tambang, BNI Buka Suara

Viral Isu Pencairan Kredit Tanpa Jaminan ke Pengusaha Tambang, BNI Buka Suara

Whats New
Luhut Perpanjang Sosialisasi Beli Minyak Goreng Pakai Aplikasi

Luhut Perpanjang Sosialisasi Beli Minyak Goreng Pakai Aplikasi

Whats New
Fakta Singapura, Surga Bagi WNI Sembunyikan Hartanya di Luar Negeri

Fakta Singapura, Surga Bagi WNI Sembunyikan Hartanya di Luar Negeri

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Terkena Sanksi BI Checking, Apa Akibatnya?

Terkena Sanksi BI Checking, Apa Akibatnya?

Whats New
Ratusan Jemaah Batal Berangkat Haji Furoda, Apa Uangnya Bisa Kembali?

Ratusan Jemaah Batal Berangkat Haji Furoda, Apa Uangnya Bisa Kembali?

Spend Smart
Targetkan Swasembada Gula Konsumsi di 2025, Ini Strategi BUMN

Targetkan Swasembada Gula Konsumsi di 2025, Ini Strategi BUMN

Whats New
Antisipasi Gagal Panen, Petani di Bengkulu Disarankan Ikut Program AUTP

Antisipasi Gagal Panen, Petani di Bengkulu Disarankan Ikut Program AUTP

Rilis
Erick Thohir Sebut Banyak Investor UEA Tertarik Danai IKN hingga Wisata Laut RI

Erick Thohir Sebut Banyak Investor UEA Tertarik Danai IKN hingga Wisata Laut RI

Whats New
Sulap Limbah Jagung jadi Produk Kerajinan, Pemuda Ini Dapat Hadiah dari Sandiaga Uno

Sulap Limbah Jagung jadi Produk Kerajinan, Pemuda Ini Dapat Hadiah dari Sandiaga Uno

Whats New
Buruh Migran Indonesia Meninggal di Sabah, Partai Buruh Bakal Demo Kedubes Malaysia

Buruh Migran Indonesia Meninggal di Sabah, Partai Buruh Bakal Demo Kedubes Malaysia

Whats New
[POPULER MONEY] Rincian Harga Emas Hari Ini | Pengalaman Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi

[POPULER MONEY] Rincian Harga Emas Hari Ini | Pengalaman Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi

Whats New
Ratusan Calon Jemaah Haji Furoda Dipastikan Batal Berangkat Tahun Ini

Ratusan Calon Jemaah Haji Furoda Dipastikan Batal Berangkat Tahun Ini

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.