Freeport Indonesia Resmikan Program Listrik Masuk Kampung di Mimika - Kompas.com

Freeport Indonesia Resmikan Program Listrik Masuk Kampung di Mimika

Kompas.com - 20/12/2017, 09:00 WIB
Tambang terbuka PT Freeport Indonesia, di Grasberg, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika merupakan tambang terbuka terbesar di dunia. Dalam operasinya  PT Freeport Indonesia mengoperasikan puluhan haul truk untuk mengangkut material tambang dengan kapasitas angkut 240 ton hingga 320 ton.Alfian Kartono Tambang terbuka PT Freeport Indonesia, di Grasberg, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika merupakan tambang terbuka terbesar di dunia. Dalam operasinya PT Freeport Indonesia mengoperasikan puluhan haul truk untuk mengangkut material tambang dengan kapasitas angkut 240 ton hingga 320 ton.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) meresmikan program listrik masuk kampung di Omawita, Fanamo, dan Otakwa, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Papua.

Kegiatan dilakukan pertama kali di Kampung Fanamo dan Omawita, setelah itu dilanjutkan ke kampung Otakwa.

Peresmian listrik di tiga kampung ini ditandai dengan menghidupkan saklar lampu bersama-sama secara simbolis oleh Manager Community Economic Development (CED) PT Freeport Indonesia, Yohanes Bewahan dan Kepala Distrik (Kadistrik) Mimika Timur Jauh, Yan Muabai.

Dari 326 unit rumah yang telah menikmati listrik, 219 unit rumah di antaranya berada di dua Kampung Omawita dan Fanamo, 107 unit rumah berada di Kampung Otakwa. Menurut Manager CED PT Freeport Indonesia Yohanes Bewahan, ada 9 genset dengan kapasitas 5.000 KVA yang diberikan oleh perusahaan.

Baca juga : Freeport Indonesia Dukung Pengembangan UMKM di Timika

“Genset ini kami hibahkan sepenuhnya kepada masyarakat tiga kampung ini, karena kami tahu bahwa listrik ini merupakan suatu kebutuhan yang sangat fundamental, karena dengan adanya listrik ini akan mendukung kemajuan warga lebih khusus untuk pendidikan anak-anak,” kata Yohanes dalam pernyataannya, Selasa (19/12/2017).

Yohanes berharap, fasilitas ini dapat dijaga dengan baik, sehingga bisa digunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan bersama. Fasilitas ini pun diharapkan mampu menunjang kemandirian masyarakat di tahun-tahun mendatang.

"Semoga tidak ada kerusakan yang membuat kami harus kembali ke kota lagi untuk memperbaiki genset ini,” ujar Kepala Kampung Fanamo Fitalis Ipi.

Satu unit genset dapat memenuhi kebutuhan listrik untuk 35-40 unit rumah. Untuk pengoperasian dan perawatan genset ini selanjutnya akan diserahkan kepada Kadistrik Mimika Timur Jauh, selanjutnya dikelola oleh kepala kampung setempat.

Pemuda kampung yang telah mendapat pelatihan sebelumnya dipercaya akan menjadi operator genset ini kedepannya.

“Ke depannya PTFI melalui Tim CED masih tetap melakukan pendampingan, terutama untuk bantuan transportasi bahan bakar genset dari Timika ke tiga kampung,” jelas Yohanes.

Kompas TV Kebun angin ini akan "ditanami pembangkit listrik".


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorAprillia Ika
Komentar
Close Ads X