Masih Rugi Besar, Garuda Diminta Menteri Rini Lakukan Pembenahan

Kompas.com - 22/12/2017, 15:13 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno menunjukkan tiket saat menjajal Kereta Bandara Soekarno Hatta, Selasa (28/11/2017) Yoga Hastyadi WidiartantoMenteri BUMN Rini Soemarno menunjukkan tiket saat menjajal Kereta Bandara Soekarno Hatta, Selasa (28/11/2017)
|
EditorErlangga Djumena

TOBASA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meminta PT Garuda Indonesia (Persero) untuk melakukan pembenahan besar-besaran agar bisa lepas dari kerugian.

Permintaan tersebut merupakan sebuah peringatan serius yang disampaikannya pada Rapat Koordinasi BUMN di Tobasa, Sumatera Utara, Kamis (21/12/2017) lalu. Salah satu topik pembahasan rapat itu memang soal strategi untuk mengatasi kerugian yang dialami BUMN, salah satunya Garuda Indonesia.

"Salah satu yang masih rugi itu Garuda Indonesia. Permasalahannya karena perang harga satu sama lain. Itu sedang kami lihat bagaimana memperkuat garuda," ujar Rini saat ditemui awak media.

Dia mengatakan,  telah meminta manajemen Garuda Indonesia untuk melakukan tinjauan khusus dan strategi jangka panjang serta jangka pendek.

Baca juga: Menteri Rini Sebut Ada 13 BUMN yang Masih Rugi Tahun ini

Salah satunya hal yang mesti ditinjau adalah soal rute-rute yang diterbanginya, baik domestik maupun internasional. Jika setelah ditinjau ternyata rute tertentu menjadi penyebab kerugian, maka sebaiknya segera ditutup.

"Misalnya untuk Garuda, saya minta untuk melihat lagi rute-rute rugi yang mereka terbangi. Harus lihat seberapa penting rute itu," sebutnya.

Sementara soal strategi menurut Rini, ada baiknya Garuda Indonesia mengkaji ulang apakah lebih fokus ke domestik dan tidak terlalu besar ke internasional, atau memilih internasional dengan fokus ke Asia.

"Ini yang saya minta detailnya. Kami minta Garuda Indonesia menyampaikan study detail-nya dalam enam minggu atau pada Februari 2018," ucap Rini.

Untuk diketahui, secara tahunan, kinerja keuangan (year on year) maskapai plat merah ini masih mengalami kerugian hingga kuartal III 2017 sebesar 222,04 juta dollar AS atau sekitar Rp 3 triliun.

Baca juga: Banyak Relawan Jokowi Jadi Komisaris BUMN, Menteri Rini Bilang Karena "Kebetulan"

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.