Harga Telur dan Cabai Dorong Inflasi hingga Pekan Ketiga Desember 2017

Kompas.com - 24/12/2017, 16:41 WIB
Gubernur BI Agus Martowardojo usai melakukan peninjauan ke Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, Bali, Jumat (22/12/2017). Gubernur BI menegaskan Bali aman dari bahaya erupsi Gunung Agung, terutama kota Denpasar dan Nusa Dua. Sementara zona berbahaya Gunung Agung hanya 8-10 km dari Gunung Agung. KOMPAS.com/APRILLIA IKAGubernur BI Agus Martowardojo usai melakukan peninjauan ke Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, Bali, Jumat (22/12/2017). Gubernur BI menegaskan Bali aman dari bahaya erupsi Gunung Agung, terutama kota Denpasar dan Nusa Dua. Sementara zona berbahaya Gunung Agung hanya 8-10 km dari Gunung Agung.
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

KARANGASEM, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan penguatan harga telur dan cabai hingga pekan ketiga Desember 2017 membuat inflasi diestimasi berada di level 0,42 persen.

Penguatan harga tersebut terjadi menjelang perayaan Natal dan libur Tahun Baru 2018.

Agus mengatakan, BI sendiri sudah melakukan berbagai koordinasi agar inflasi tetap terkendali pada tahun ini.

"Kalau dilihat secara setahun itu masih ada di bawah 3,5 persen. Jadi ini sejalan dengan inflasi yang kami perkirakan di 3 persen-3,5 persen," papar Agus usai melakukan tinjauan di pos pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, Bali pada Jumat (22/12/2017) bersama Menkeu Sri Mulyani dan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan.

Baca juga : Cuaca Ekstrem dan Inflasi

BI memang terus berupaya memperkuat koordinasi pengendalian inflasi bersama Pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

BI berharap, melalui koordinasi tersebut, diharapkan pengendalian inflasi, khususnya volatile food dapat lebih kuat, terutama melalui implementasi reformasi struktural baik di tingkat pusat maupun daerah, dalam rangka menurunkan biaya logistik

Selain itu, BI juga melaksanakan program pengendalian inflasi melalui pengembangan klaster ketahanan pangan, dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan (volatile foods) dan sekaligus pemberdayaan UMKM.

Harga Naik

Sebelumnya diberitakan, menjelang pergantian tahun 2017 dan Hari Raya Natal harga telur ayam ras mengalami kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir di beberapa wilayah.

Baca juga : Inflasi November 2017 Terkendali

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, pada Selasa (19/12/2017) harga telur ayam di wilayah Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan sudah berada di kisaran Rp 25.000 hingga 26.000 per kilogram.

Konsumen telur ayam ras mengaku resah dengan kenaikan harga yang terjadi saat ini, terlebih bagi para konsumen usaha kecil menengah.

Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) harga rata-rata telur ayam ras secara nasional telah mencapai Rp 25.300 per kilogram, harga tertinggi ada di wilayah Papua Rp 37.100 per kilogram, dan terendah di wilayah Sumatera Utara Rp 18.150 per kilogram.

Kemudian, harga rata-rata harga telur ayam di Jakarta mencapai Rp 25.650 per kilogram. Artinya, secara nasional harga telur ayam ras telah melewati harga acuan telur yang ditetapkan Kementerian Perdagangan, yakni Rp 22.000 per kilogram.

Kompas TV Bank Indonesia kembali menahan suku bunga acuannya di level 4,25 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X