Krisis Makin Parah, Pasokan Bensin di Venezuela Habis

Kompas.com - 28/12/2017, 12:00 WIB
Sejumlah mobil terlihat antre mengisi bahan bakar di sebuah SPBU di kota Caracas, Venezuela. Mulai Jumat (18/2/2016) harga BBM di negeri itu naik rata-rata 6.000 persen. JUAN BARRETO / AFPSejumlah mobil terlihat antre mengisi bahan bakar di sebuah SPBU di kota Caracas, Venezuela. Mulai Jumat (18/2/2016) harga BBM di negeri itu naik rata-rata 6.000 persen.
|
EditorAprillia Ika

CARACAS, KOMPAS.com - Krisis ekonomi kian parah melanda Venezuela, negara yang kaya akan cadangan minyak. Sejak harga minyak anjlok drastis beberapa tahun lalu, sejak saat itulah bencana ekonomi Venezuela dimulai.

Setelah bahan-bahan kebutuhan sehari-hari dan obat-obatan makin tipis pasokannya, kini giliran bahan bakar minyak (BBM) di Venezuela yang habis. Data Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, termasuk cadangan minyak nonkonvensional.

"Tidak ada bensin lagi di Venezuela. Kami kehabisan bensin, tidak ada BBM atau minyak pelumas," jelas sekretaris divisi profesional dan teknisi Federasi Pekerja Minyak Venezuela Ivan Freites seperti dikutip dari Mining.com, Kamis (28/12/2017).

Baca juga : Dalam 6 Bulan, Inflasi Venezuela Tembus 7.000 Persen

Freites menyebut, buruknya pengelolaan membuat 80 persen pemurnian minyak di Venezuela berhenti beroperasi. Hanya pemurnian Amuay dan Cardon yang beroperasi, imbuh Freites, dan itu tidak ada artinya.

"Keduanya memproduksi 40.000 barrel per hari (bph), sementara kebutuhan nasional mencapai 200.000 bph," kata dia.

Produksi minyak Venezuela jatuh ke titik terendah sejak 1980-an. Menurut OPEC, produksi minyak Venezuela saat ini mencapai 2,3 juta bph.

Pada Oktober 2017, produksi minyak Venezuela merosot menjadi 1,9 juta barrel yang diekstraksikan. Minyak adalah sumber pendapatan utama Venezuela, yakni mencapai 96 persen.

Baca juga : Warga Venezuela Andalkan Bitcoin untuk Bertahan Hidup

Freites juga menuding pemerintahan yang korup sebagai biang keladi krisis BBM yang terjadi saat ini. Ia juga memandang, krisis bukan disebabkan sanksi yang dijatuhkan Presiden AS Donald Trump terhadap pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

Pun Freites menyayangkan berakhirnya kemitraan antara Venezuela dengan Kuba dalam pemurnian minyak Cienfugos.

Kompas TV Sebagai gantinya, Presiden Venezuela Nicolas Maduro akan gunakan mata uang Yuan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Mining.com

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X